Penyakit Menular Scabies: Bagaimana Menghindari Penularan di Tempat Tinggal Bersama

0
12

Penyakit Menular Scabies: Bagaimana Menghindari Penularan di Tempat Tinggal Bersama

Pembuka

Sudah pernahkah Anda tidur malam dan merasa gatal parah di seluruh tubuh, terutama di antara jari-jari tangan, kaki, atau area lipatan kulit? Atau melihat teman sekamar atau keluarga memiliki ruam gatal yang semakin menyebar, dan khawatir Anda juga akan terkena? Scabies adalah penyakit menular kulit yang sangat menular dan sering muncul di tempat tinggal bersama seperti asrama, kost, atau rumah tangga besar. Banyak orang mengira itu hanya ruam gatal biasa atau alergi, sehingga menunda berobat dan memungkinkan penyakit menyebar cepat ke semua penghuni. Tetapi apa jika kita bisa mengenali gejalanya dan mengambil langkah tepat untuk mencegah penularan—sehingga tempat tinggal bersama tetap bersih dan bebas dari gatal yang menyebalkan ini?

Apa Itu Scabies?

Scabies adalah penyakit menular kulit yang disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei. Tungau ini menembus lapisan luar kulit, membuat terowongan, dan bertelur di dalamnya. Aktivitas tungau dan telurnya menyebabkan peradangan dan rasa gatal yang parah. Scabies sangat menular dan bisa menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit yang lama atau berbagi barang pribadi dengan orang yang terinfeksi.

Meskipun scabies tidak berbahaya secara fatal, rasa gatal yang parah bisa mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Jika tidak diobati, scabies bisa menyebabkan infeksi sekunder pada kulit akibat menggigit atau menggaruk luka.

Penyebab dan Faktor Risikonya

  • Penyebab utama: Penularan tungau Sarcoptes scabiei melalui:
  • Kontak kulit-ke-kulit yang erat: Seperti memeluk, tidur bersama, atau hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.
  • Berbagi barang pribadi: Seperti sprei, bantal, pakaian, handuk, atau peralatan mandi yang terkena tungau.
  • Kontak dengan permukaan yang terkontaminasi: Meskipun jarang, tungau bisa bertahan di permukaan seperti kasur atau kursi selama beberapa hari dan menular ke orang lain yang bersentuhan dengannya.
  • Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terinfeksi, terutama di tempat tinggal bersama:
  • Tinggal di tempat yang padat penghuni (asrama, kost, rumah anak yatim, atau rumah sakit).
  • Berbagi ruang tidur atau kamar mandi dengan banyak orang.
  • Kurangnya kesadaran tentang kebersihan pribadi.
  • Memiliki sistem imun lemah (misalnya karena HIV/AIDS atau mengonsumsi obat imunosupresan).
  • Merawat orang yang terinfeksi scabies.

Gejala-Gejala Scabies

Gejala scabies muncul dalam 2-6 minggu setelah terpapar tungau (untuk orang yang pertama kali terinfeksi). Untuk orang yang sudah pernah terinfeksi sebelumnya, gejala bisa muncul dalam 1-4 hari. Gejala utama adalah:

1. Rasa gatal yang parah: Terutama pada malam hari atau saat tidur, karena aktivitas tungau meningkat pada waktu itu.
2. Ruam kecil dan garis-garis tipis: Ruam berupa bintik merah kecil yang muncul di antara jari-jari tangan, kaki, pergelangan tangan, siku, pinggang, bokong, atau area kelamin. Garis-garis tipis (terowongan tungau) bisa terlihat di permukaan kulit, yang merupakan tanda khas scabies.
3. Pembengkakan dan kemerahan pada kulit: Akibat peradangan dan menggaruk luka.
4. Luka akibat menggaruk: Bisa menjadi basah atau terinfeksi jika tidak dirawat.

Pada kasus yang parah (khususnya pada orang dengan sistem imun lemah), bisa muncul bintik-bintik besar dan kering di kulit yang disebut “crusted scabies” (scabies berkeropeng), yang mengandung banyak tungau dan sangat menular.

Proses Diagnosis

Untuk mendiagnosis scabies, dokter akan melakukan:

1. Anamnesis: Menanya gejala, riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi, dan tempat tinggal.
2. Pemeriksaan fisik: Memeriksa kulit untuk mencari tanda-tanda ruam, garis-garis terowongan tungau, atau luka akibat menggaruk. Dokter akan fokus pada area yang sering terkena seperti antara jari-jari tangan, kaki, dan area lipatan kulit.
3. Tes penunjang (untuk memastikan diagnosis):

  • Pemeriksaan mikroskopis: Dokter akan mengambil sampel kulit kecil dari area yang terkena menggunakan jarum atau pisau kecil, kemudian memeriksanya di bawah mikroskop untuk menemukan tungau, telur, atau kotoran tungau.
  • Pemeriksaan lampu UV (Wood’s lamp): Beberapa tungau bisa memancarkan cahaya biru muda di bawah lampu UV, meskipun metode ini tidak selalu akurat.

Diagnosis seringkali bisa ditegakkan hanya dari pemeriksaan fisik dan anamnesis, terutama jika ada riwayat penularan di tempat tinggal bersama.

Pilihan Pengobatan

Pengobatan scabies bertujuan untuk membunuh tungau dan telurnya, serta meredakan rasa gatal dan peradangan. Penting untuk mengobati semua orang yang tinggal bersama atau memiliki kontak erat dengan pasien, bahkan jika tidak menunjukkan gejala.

  1. Pengobatan medis
  • Obat topikal: Obat utama yang dioleskan ke seluruh tubuh (kecuali kepala dan rambut, kecuali pada bayi atau orang tua yang rambutnya panjang). Contohnya:
  • Permetrin krim: Diuapkan pada malam hari dan dicuci pada pagi hari berikutnya. Diberikan sekali, dan bisa diulang setelah 7 hari jika perlu.
  • Crotamiton krim atau salep: Diuapkan selama 2-5 hari, kemudian dicuci.
  • Benzyl benzoate: Diuapkan selama beberapa hari, tetapi perlu hati-hati karena bisa menyebabkan iritasi kulit.
  • Obat oral: Diberikan jika obat topikal tidak efektif atau pada kasus scabies berkeropeng. Contohnya ivermectin, yang diberikan dalam satu dosis dan bisa diulang setelah 2 minggu.
  • Obat penenang gatal: Antihistamin oral atau salep anti-gatal (seperti hydrocortisone) untuk meredakan rasa gatal dan peradangan.
  • Antibiotik: Hanya diberikan jika ada infeksi sekunder pada kulit akibat menggaruk.
  1. Pengobatan mandiri
  • Terapkan obat sesuai petunjuk dokter: Oleskan obat ke seluruh tubuh, termasuk area di bawah kaki dan antara jari-jari. Jangan lupa area lipatan kulit yang sulit terjangkau.
  • Istirahat yang cukup: Rasa gatal yang parah bisa mengganggu tidur—gunakan obat antihistamin sebelum tidur untuk membantu tidur lebih nyenyak.
  • Jaga kebersihan kulit: Cuci kulit dengan sabun lembut dan air hangat, kemudian keringkan dengan lembut. Hindari menggaruk luka agar tidak terinfeksi.
  • Cuci semua barang pribadi: Setiap barang yang terkena kulit dalam 1 minggu sebelum pengobatan (pakaian, sprei, bantal, handuk) harus dicuci dengan air panas (suhu ≥60°C) dan dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan pengering pakaian.
  • Gunakan bantal dan sprei baru: Selama pengobatan, gunakan bantal dan sprei baru atau yang sudah dicuci.
  • Isolasi diri sementara: Hindari kontak erat dengan orang lain sampai selesai pengobatan dan gejala hilang.
  1. Pengobatan alternatif (dengan konsultasi dokter)
  • Minyak tea tree: Memiliki efek antiseptik dan bisa membantu meredakan rasa gatal. Oleskan minyak tea tree yang diencerkan dengan minyak zaitun ke area yang terkena.
  • Daun lidah buaya: Memiliki efek penyembuhan dan anti-inflamasi. Oleskan getah lidah buaya ke luka untuk meredakan iritasi.
  • Makan makanan kaya vitamin C dan zinc: Untuk meningkatkan sistem imun dan mempercepat penyembuhan kulit.

Cara Menghindari Penularan di Tempat Tinggal Bersama

Langkah pencegahan penularan scabies di tempat tinggal bersama sangat penting untuk mencegah wabah. Berikut adalah panduan yang mudah diterapkan:

1. Hindari kontak kulit-ke-kulit yang erat: Jangan memeluk, tidur bersama, atau berbagi tempat duduk dengan orang yang terinfeksi.
2. Jangan berbagi barang pribadi: Setiap orang harus memiliki barang pribadi sendiri (pakaian, handuk, sprei, bantal, sikat gigi, atau peralatan mandi).
3. Jaga kebersihan lingkungan: Bersihkan dan disinfeksi permukaan umum seperti meja, kursi, dan gagang pintu secara teratur dengan pembersih antiseptik.
4. Cuci barang secara teratur: Pakaian, sprei, dan bantal harus dicuci dengan air panas setidaknya sekali seminggu.
5. Buka sirkulasi udara: Biarkan sinar matahari masuk ke ruangan dan buka jendela untuk meningkatkan sirkulasi udara—tungau tidak tahan terhadap sinar matahari dan udara segar.
6. Laporkan segera jika ada kasus: Jika ada penghuni yang terdiagnosis scabies, segera beritahu pihak pengelola tempat tinggal dan usulkan untuk mengobati semua penghuni yang memiliki kontak erat.
7. Pendidikan kesadaran: Beritahu semua penghuni tentang gejala, penularan, dan pencegahan scabies agar semua orang bisa waspada.

Penutup

Scabies adalah penyakit menular yang menyebalkan dan mudah menyebar di tempat tinggal bersama, tetapi dengan pemahaman yang tepat tentang gejala, pengobatan, dan pencegahan, kita bisa mencegah wabah. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter segera jika menduga mengalami scabies, agar mendapatkan pengobatan yang tepat dan mencegah penularan ke orang lain. Semua penghuni tempat tinggal bersama juga harus diobati meskipun tidak menunjukkan gejala, dan barang pribadi serta lingkungan harus dibersihkan secara menyeluruh. Ingat, kebersihan pribadi dan lingkungan adalah kunci untuk mencegah scabies dan membuat tempat tinggal bersama tetap nyaman dan sehat.

Jangan lupa follow media sosial kami…

https://www.instagram.com/klinikfakta?igsh=MTU4ZGg1YjVrZHdhYQ==