Penyakit Tidak Menular Gout: Nyeri Sendi yang Mengganggu dan Cara Mengontrol Kadar Asam Urat

0
14

Penyakit Tidak Menular Gout: Nyeri Sendi yang Mengganggu dan Cara Mengontrol Kadar Asam Urat

Pembuka

Sudah pernahkah Anda bangun tengah malam karena nyeri sendi kaki yang luar biasa—seperti ditusuk tusuk jarum, dan sendi itu bengkak, merah, serta panas menyengat? Atau merasa nyeri sendi yang tiba-tiba setelah makan makanan kaya lemak atau minum alkohol, dan mengira itu hanya pegal-pegal akibat kerja? Gout adalah penyakit sendi yang seringkali disalahpahami sebagai “penyakit orang kaya” karena terkait dengan pola makan tertentu, tetapi ia bisa menyerang siapa saja. Banyak pasien menderita nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari karena tidak mengetahui cara mengontrol kadar asam urat di darah, yang menjadi penyebab utama penyakit ini. Tetapi apa jika kita bisa mengenali gejalanya sejak awal, mengubah pola makan, dan mengambil langkah untuk mengendalikannya—sehingga tidak perlu lagi terganggu oleh nyeri sendi yang menyakitkan itu?

Apa Itu Gout?

Gout adalah jenis arthritis (radang sendi) yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Asam urat adalah produk sisa metabolisme purin—zat yang terkandung dalam makanan dan juga diproduksi oleh tubuh. Jika kadar asam urat terlalu tinggi (disebut hiperurisemia), asam urat akan membentuk kristal yang menyemenuhi sendi, selaput sendi, dan jaringan di sekitarnya—menyebabkan peradangan yang menyakitkan.

Gout biasanya menyerang sendi kaki pertama (telapak kaki atau jempol kaki), tetapi juga bisa menyerang lutut, siku, pergelangan tangan, atau bahu. Penyakit ini bisa muncul dalam serangan tiba-tiba (serangan akut) atau berlanjut menjadi kondisi kronis yang merusak sendi dan ginjal.

Penyebab dan Faktor Risikonya

  • Penyebab utama:
  • Kadar asam urat tinggi dalam darah (hiperurisemia): Bisa terjadi karena:
  • Tubuh memproduksi asam urat terlalu banyak.
  • Tubuh tidak bisa membuang asam urat dengan cukup melalui urine.
  • Penumpukan kristal asam urat: Kristal ini menumpuk di sendi dan menyebabkan peradangan.
  • Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena gout:
  • Kelebihan berat badan atau obesitas: Tubuh menghasilkan lebih banyak purin, dan ginjal lebih sulit membuang asam urat.
  • Pola makan yang tidak sehat: Tinggi makanan yang mengandung purin (daging merah, ikan laut tertentu, hati, ginjal, kacang-kacangan) dan gula tambahan.
  • Konsumsi alkohol berlebih: Khususnya bir, yang mengandung purin dan memperlambat pembuangan asam urat oleh ginjal.
  • Jenis kelamin: Pria lebih berisiko daripada wanita (sekitar 4-7 kali lebih banyak), karena wanita memiliki hormon estrogen yang membantu membuang asam urat. Setelah menopause, risiko wanita meningkat.
  • Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria di atas 40 tahun dan wanita pasca-menopause.
  • Riwayat keluarga: Orang dengan anggota keluarga yang menderita gout memiliki risiko yang lebih tinggi.
  • Penyakit dasar: Seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
  • Obat tertentu: Seperti obat tekanan darah (diuretik), obat anti-reaksi penolakan organ, dan obat hormon.
  • Merokok: Memperburuk hiperurisemia dan meningkatkan risiko komplikasi gout.

Gejala-Gejala Gout

Gejala gout biasanya muncul dalam serangan tiba-tiba, seringkali tengah malam atau pagi hari. Gejala utama meliputi:

Serangan Akut (Tiba-tiba):

1. Nyeri sendi yang parah: Seringkali diistilahkan sebagai “nyeri terparah yang pernah dirasakan”, yang bisa bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari.
2. Bengkak, merah, dan panas pada sendi yang terkena: Sendi bisa menjadi kaku dan sulit digerakkan.
3. Demam ringan, pegal-pegal, dan nafsu makan menurun (kadang muncul).

Kondisi Kronis (Jika tidak diobati):

1. Serangan yang lebih sering dan berlangsung lebih lama.
2. Kerusakan sendi: Sendi menjadi kaku, nyeri terus-menerus, dan bentuk sendi berubah.
3. Pembentukan tofus: Benjolan lunak yang terisi kristal asam urat, yang muncul di kulit di sekitar sendi, telapak tangan, atau telapak kaki.
4. Masalah ginjal: Kristal asam urat menumpuk di ginjal dan menyebabkan batu ginjal atau gagal ginjal.

Proses Diagnosis

Untuk mendiagnosis gout, dokter akan melakukan:

1. Anamnesis: Menanya gejala, riwayat keluarga, pola makan, konsumsi alkohol, dan obat yang sedang dikonsumsi.
2. Pemeriksaan fisik: Memeriksa sendi yang terkena untuk melihat tanda-tanda bengkak, merah, dan panas. Mencari tanda tofus di kulit.
3. Tes penunjang:

  • Tes darah: Untuk mengukur kadar asam urat (tetapi kadar bisa normal selama serangan akut).
  • Tes urine: Untuk memeriksa kadar asam urat dalam urine dan menyingkirkan batu ginjal.
  • Aspirasi sendi: Prosedur utama untuk mendiagnosis gout—dokter mengambil sampel cairan sendi dengan jarum dan memeriksanya di bawah mikroskop untuk menemukan kristal asam urat.
  • Rontgen sendi: Untuk memeriksa kerusakan sendi pada kondisi kronis.
  • Ultrasonografi atau MRI: Untuk mendeteksi kristal asam urat yang tidak terlihat pada rontgen.

Pilihan Pengobatan

Pengobatan gout bertujuan untuk meredakan nyeri selama serangan akut, mengurangi kadar asam urat dalam darah untuk mencegah kambuh, dan mencegah komplikasi.

  1. Pengobatan medis
  • Untuk serangan akut:
  • NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs): Seperti ibuprofen atau naproxen, untuk meredakan peradangan dan nyeri (diberikan dalam dosis tinggi pada awal serangan).
  • Kortikosteroid: Obat hormon yang diberikan melalui suntikan atau pil, untuk meredakan peradangan jika NSAID tidak cocok.
  • Colchicine: Obat yang bekerja cepat untuk meredakan nyeri dan peradangan, tetapi harus diberikan dalam 24-48 jam setelah mulai serangan (efek sampingnya termasuk mual dan diare).
  • Untuk mencegah kambuh (pengobatan kronis):
  • Obat yang mengurangi produksi asam urat: Seperti allopurinol atau febuxostat.
  • Obat yang meningkatkan pembuangan asam urat: Seperti probenecid (hanya bekerja jika ginjal sehat).
  • Pegloticase: Obat yang diberikan melalui suntikan untuk kasus gout yang sulit diobati.
  1. Pengobatan mandiri
  • Selama serangan akut:
  • Istirahat sendi yang terkena dan angkat ke atas.
  • Gunakan kompres dingin pada sendi untuk meredakan bengkak dan nyeri.
  • Minum banyak air untuk membantu membuang asam urat melalui urine.
  • Untuk mencegah kambuh:
  • Menurunkan berat badan secara perlahan: Jangan diet terlalu cepat, karena bisa meningkatkan kadar asam urat.
  • Ubah pola makan: Kurangi makanan tinggi purin, gula tambahan, dan alkohol. Tambah konsumsi buah (terutama ceri), sayuran, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak.
  • Hindari alkohol: Khususnya bir, karena sangat meningkatkan risiko serangan.
  • Minum banyak air: Minimal 2 liter per hari.
  • Olahraga teratur: Jalan cepat, bersepeda, atau senam—tetapi hindari olahraga berat selama serangan akut.
  • Hindari obat yang memperparah gout: Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun.
  1. Pengobatan alternatif (dengan konsultasi dokter)
  • Konsumsi ceri atau jus ceri: Beberapa penelitian menunjukkan ceri bisa menurunkan kadar asam urat dan mengurangi risiko serangan.
  • Vitamin C: Meningkatkan pembuangan asam urat oleh ginjal (dalam dosis yang sesuai).
  • Ekstrak daun kurma atau teh hijau: Memiliki efek anti-inflamasi dan membantu mengontrol asam urat.
  • Yoga atau tai chi: Membantu meningkatkan fleksibilitas sendi dan mengurangi stres (stres bisa memicu serangan).

Cara Mengontrol Kadar Asam Urat dan Pencegahan

Langkah pencegahan gout terfokus pada mengontrol kadar asam urat dan mengubah gaya hidup:

1. Jaga berat badan ideal: Menurunkan 5-10% berat badan bisa secara signifikan menurunkan kadar asam urat.
2. Pola makan sehat (diet gout):

  • Hindari: Makanan tinggi purin (daging merah, ikan laut tertentu, hati, ginjal), gula tambahan, dan alkohol (terutama bir).
  • Disarankan: Buah (ceri, apel, pir), sayuran (selada, kubis, brokoli), biji-bijian utuh, ikan sehat (salmon, tuna), ayam tanpa kulit, dan susu rendah lemak.
    3. Minum banyak air: Minimal 2 liter per hari untuk membantu membuang asam urat.
    4. Hindari alkohol: Jika ingin minum, pilih anggur dengan jumlah terbatas.
    5. Olahraga teratur: Jangan terlalu intens, karena olahraga berat bisa memicu serangan.
    6. Pemeriksaan rutin: Periksa kadar asam urat secara teratur untuk memantau kondisi.
    7. Ikuti pengobatan dokter: Jangan berhenti meminum obat tanpa izin dokter, bahkan jika kadar asam urat normal.

Penutup

Gout adalah penyakit sendi yang menyakitkan, tetapi dengan diagnosis dini, pengobatan yang tepat, dan perubahan gaya hidup, Anda bisa mengontrol kadar asam urat dan mencegah serangan. Jangan biarkan nyeri yang tiba-tiba mengganggu aktivitas sehari-hari—periksa segera ke dokter jika menemukan tanda-tanda gejala gout. Dengan mengubah pola makan, menjaga berat badan, dan mengikuti anjuran dokter, Anda bisa hidup tanpa gangguan nyeri sendi dan mencegah komplikasi jangka panjang. Ingat, mengontrol kadar asam urat adalah kunci untuk mengendalikan gout.

Jangan lupa follow media sosial kami…

https://www.instagram.com/klinikfakta?igsh=MTU4ZGg1YjVrZHdhYQ==