
Bayangkan ini: Anda telah berbulan-bulan merencanakan liburan impian. Tiket pesawat sudah di tangan, hotel yang nyaman sudah dipesan, dan daftar tempat wisata sudah disusun rapi. Namun, di hari kedua liburan, yang Anda rasakan bukanlah kegembiraan, melainkan demam, perut mual, dan bolak-balik ke kamar mandi. Liburan impian tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk.
Kisah di atas sayangnya sering terjadi. Banyak orang yang mengabaikan risiko kesehatan saat bepergian, padahal perubahan lingkungan, makanan, dan interaksi dengan orang baru dapat membuat kita rentan terhadap berbagai penyakit menular. Tapi jangan khawatir, liburan yang sehat dan aman bukanlah hal yang mustahil.
Artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda untuk tetap bugar dan menikmati perjalanan tanpa gangguan penyakit.
Apa Itu “Penyakit Terkait Perjalanan”?
“Penyakit terkait perjalanan” bukanlah satu penyakit spesifik, melainkan istilah umum untuk berbagai masalah kesehatan yang bisa didapatkan saat bepergian, terutama ke destinasi dengan kondisi sanitasi, iklim, atau endemik penyakit yang berbeda dari tempat tinggal Anda.
Beberapa penyakit yang paling umum dijumpai oleh wisatawan antara lain:
- Diare Perjalanan (Traveler’s Diarrhea): Penyakit paling umum, biasanya disebabkan oleh makanan atau air yang terkontaminasi bakteri seperti E. coli.
- Demam Berdarah Dengue (DBD) & Malaria: Disebarkan melalui gigitan nyamuk yang umum ditemukan di daerah tropis.
- Hepatitis A & Tifus: Infeksi yang ditularkan melalui makanan dan air yang terkontaminasi virus/bakteri.
- Infeksi Saluran Pernapasan: Flu, pilek, atau bahkan COVID-19 yang mudah menyebar di tempat umum seperti pesawat atau kereta.
Penyebab dan Faktor Risiko: Mengapa Kita Rentan Sakit Saat Liburan?
Tubuh kita mungkin sudah terbiasa dengan kuman di lingkungan sehari-hari, tetapi berpergian membawa kita ke “medan perang” baru.
- Kontaminasi Makanan dan Minuman: Ini adalah penyebab utama diare perjalanan. Air keran, es batu dari air yang tidak dimasak, makanan pedas kaki lima, atau buah yang sudah dikupai dan dibiarkan terbuka berjam-jam dapat menjadi sarang kuman.
- Gigitan Vektor (Nyamuk): Bepergian ke daerah tropis atau pedesaan berarti meningkatkan eksposur Anda terhadap nyamuk pembawa penyakit.
- Perubahan Lingkungan dan Kelelahan: Jet lag, iklim yang lebih panas/lembab, dan kelelahan fisik dapat melemahkan sistem imun, membuat Anda lebih mudah terserang penyakit.
- Kerumunan Orang: Bandara, pesawat, dan tempat wisata yang padat adalah tempat sempurna untuk virus penular penyakit pernapasan untuk berpindah dari satu orang ke orang lain.
Gejala yang Perlu Diwaspadai Saat di Perjalanan
Kenali gejala-gejala ini agar bisa segera bertindak:
- Gejala Pencernaan: Diare berair (lebih dari 3 kali sehari), mual, muntah, kram perut, dan kembung.
- Gejala Demam: Suhu tubuh yang naik tiba-tiba, disertai menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot.
- Gejala Spesifik:
- Hepatitis A: Urine berwarna gelap, feses pucat, dan kulit/mata menguning (ikterus).
- DBD: Demam tinggi mendadak, nyeri di belakang mata, dan munculnya bintik merah pada kulit.
- Tifus: Demam yang naik secara bertahap, lemas, dan sakit kepala hebat.
Kapan Harus ke Dokter? Segera cari fasilitas kesehatan terdekat jika Anda mengalami:
- Demam tinggi yang tidak turun-turun.
- Diare berdarah.
- Tanda-tanda dehidrasi (mulut kering, jarang kencing, pusing sangat).
- Kelemahan ekstrem atau kesulitan bernapas.
Diagnosis dan Pengobatan: Bagaimana Mengatasi Sakit di Tengah Liburan?
Jika Anda sakit, jangan panik. Langkah pertama adalah mencari bantuan medis. Jika Anda memiliki asuransi perjalanan, prosesnya akan jauh lebih mudah.
- Diagnosis: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin meminta sampel darah atau tinja untuk memastikan penyebabnya.
- Pengobatan Medis:
- Diare: Dokter mungkin meresepkan antibiotik (jika penyebabnya bakteri) dan obat penahan diare (hanya jika diare tanpa demam). Yang terpenting adalah oralit (ORS) untuk menggantikan cairan yang hilang.
- Demam (DBD/Malaria): Perawatan medis di rumah sakit sangat penting untuk memantau trombosit dan mencegah komplikasi.
- Perawatan Mandiri (untuk gejala ringan):
- Minum Banyak Cairan: Air mineral, kaldu, atau oralit adalah kunci utama untuk mencegah dehidrasi akibat diare atau demam.
- Istirahat: Berikan tubuh Anda waktu untuk pulih.
- Makan Makanan Ringan: Konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi putih, roti panggang, dan rebusan ayam (diet BRAT).
Pencegahan Terbaik: Checklist Sehat Sebelum dan Saat Liburan
Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Buat liburan Anda bebas stres dengan mengikuti checklist ini:
✅ Sebelum Berangkat
- Konsultasi ke Dokter: Kunjungi dokter atau klinik vaksinasi wisatawan setidaknya 4-6 minggu sebelum berangkat.
- Vaksinasi: Dapatkan vaksin yang direkomendasikan untuk destinasi Anda, seperti Hepatitis A, Tifus, Demam Kuning, atau obat pencegah Malaria.
- Bawa P3K Lengkap: Sertakan:
- Obat diare (loperamide) dan oralit.
- Obat demam dan nyeri (paracetamol/ibuprofen).
- Antiseptik tangan (hand sanitizer).
- Losion anti-nyamuk (minimal mengandung DEET).
- Plep luka dan antiseptik.
- Beli Asuransi Perjalanan: Pastikan asuransi Anda mencakup biaya medis darurat dan evakuasi medis.
✅ Saat di Tujuan
- Aturan Emas Makanan & Minuman: “Boil It, Cook It, Peel It, or Forget It!”
- Rebus (Boil): Minum hanya air yang sudah dimasak (teh, kopi panas) atau air kemasan.
- Masak (Cook): Makan hanya makanan yang dimasak matang dan masih panas.
- Kupas (Peel): Makan buah yang bisa Anda kupas sendiri (pisang, jeruk).
- Lupakan (Forget It): Hindari es batu (tidak tahu sumber airnya), salad mentah, makanan dari pedagang kaki lima yang kebersihannya meragukan, dan susu yang tidak dipasteurisasi.
- Lindungi Diri dari Nyamuk:
- Gunakan losion anti-nyamuk, terutama saat fajar dan senja.
- Kenakan baju berlengan panjang dan celana panjang berwarna terang.
- Tidur dengan kelambu jika akomodasi Anda tidak ber-AC.
- Jaga Kebersihan Tangan:
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin, terutama sebelum makan.
- Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol (minimal 60%) jika tidak ada air dan sabun.
- Hindari Kontak Dekat: Jaga jarak dengan orang yang batuk atau bersin. Pertimbangkan untuk memakai masker di tempat umum yang padat.
Penutup
Liburan adalah hak Anda untuk bersantai dan menciptakan kenangan indah. Dengan persiapan yang matang dan kebiasaan sehat saat bepergian, Anda dapat meminimalkan risiko terkena penyakit menular. Jangan biarkan satu hari sakit menghancurkan seluruh pengalaman berharga Anda.
Sebuah perjalanan yang sehat adalah perjalanan yang terbaik. Selamat berlibur!
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi edukatif dan tidak menggantikan saran, diagnosis, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan untuk pertanyaan mengenai kondisi kesehatan Anda, terutama sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.
Jangan lupa follow media sosial kami:
https://www.instagram.com/klinikfakta?igsh=MTU4ZGg1YjVrZHdhYQ==



