Pembuka: Keluhan yang Sering Dialami Remaja
“Saya sering merasa cepat lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Awalnya saya kira hanya kurang tidur atau kecapekan, tapi ternyata setelah diperiksa, saya mengalami anemia.”
Keluhan seperti ini cukup sering dialami oleh remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Anemia sering tidak disadari karena gejalanya mirip dengan kelelahan biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, anemia dapat mengganggu aktivitas, prestasi belajar, dan kesehatan secara keseluruhan.
Apa Itu Anemia?
Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh berada di bawah normal. Hemoglobin berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadarnya rendah, tubuh akan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan berbagai keluhan.
Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia karena sedang berada dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan banyak nutrisi, terutama zat besi.
Penyebab Anemia pada Remaja
Beberapa penyebab utama anemia pada remaja antara lain:
- Kekurangan zat besi, akibat pola makan yang kurang seimbang
- Pola makan tidak teratur atau sering melewatkan waktu makan
- Menstruasi pada remaja perempuan, terutama jika berlangsung lama atau banyak
- Kurangnya asupan vitamin B12 dan asam folat
- Pertumbuhan yang cepat, sehingga kebutuhan zat besi meningkat
Gejala Anemia yang Sering Diabaikan
Gejala anemia dapat berbeda pada setiap orang, namun yang paling sering dirasakan adalah:
- Mudah lelah dan lemas
- Pusing atau sakit kepala
- Wajah tampak pucat
- Sulit berkonsentrasi
- Jantung berdebar
- Mengantuk meski tidak beraktivitas berat
Karena gejalanya ringan di awal, banyak remaja tidak menyadari bahwa dirinya mengalami anemia.
Dampak Anemia Jika Tidak Ditangani
Anemia yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan:
- Penurunan prestasi belajar
- Konsentrasi dan daya ingat menurun
- Tubuh mudah sakit
- Aktivitas sehari-hari terganggu
- Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
Oleh karena itu, anemia tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele.
Cara Mencegah Anemia pada Remaja
Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, seperti:
- Mengonsumsi makanan kaya zat besi (daging, hati, sayuran hijau)
- Mengonsumsi makanan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi
- Makan secara teratur dan seimbang
- Tidak melewatkan sarapan
- Mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan
Pola hidup sehat dan asupan nutrisi yang cukup sangat berperan dalam mencegah anemia.
Penutup
Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi, namun dapat dicegah dan diatasi dengan pola hidup sehat. Mengenali gejala sejak dini dan menjaga asupan gizi seimbang akan membantu remaja tetap sehat, aktif, dan berprestasi.



