- Advertisement -Newspaper WordPress Theme
Penyakit MenularGonore: Infeksi Menular dengan Gejala Ringan tapi Dampak Berat

Gonore: Infeksi Menular dengan Gejala Ringan tapi Dampak Berat

Pernahkah Anda merasakan rasa nyeri atau panas saat buang air kecil, disertai keluarnya cairan tidak normal dari area kelamin? Atau mungkin Anda mengalami keluhan di area intim namun merasa ragu untuk memeriksakan diri karena malu atau takut? Keluhan-keluhan seperti ini seringkali diabaikan oleh banyak orang, padahal bisa jadi merupakan tanda dari infeksi menular seksual yang cukup umum terjadi, yaitu gonore atau kencing nanah. Yang lebih mengkhawatirkan, gonore sering tidak menimbulkan gejala yang jelas di tahap awal, sehingga penderitanya tidak sadar telah terinfeksi dan tanpa disadari dapat menularkan kepada pasangannya. Meski gejalanya terkesan ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali, dampak jangka panjang dari gonore yang tidak diobati bisa sangat serius, mulai dari masalah kesuburan hingga komplikasi kesehatan yang lebih parah.

Apa Itu Gonore?

Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini dikenal juga dengan istilah “kencing nanah” karena salah satu gejala khasnya adalah keluarnya cairan menyerupai nanah dari saluran kemih. Gonore dapat menginfeksi area genital, rektum (anus), dan tenggorokan, bahkan mata dalam beberapa kasus.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gonore merupakan salah satu IMS yang paling banyak dilaporkan di seluruh dunia, dengan jutaan kasus baru setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri, angka kejadian gonore cukup tinggi, terutama di kalangan usia produktif yang aktif secara seksual.

Gonore dapat menyerang siapa saja yang aktif secara seksual, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau orientasi seksual. Baik pria maupun wanita memiliki risiko yang sama untuk tertular, meskipun manifestasi gejalanya bisa berbeda antara keduanya.

Penyebab dan Faktor Risiko Gonore

Penyebab Utama

Gonore disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang ditularkan melalui kontak seksual. Bakteri ini dapat hidup dan berkembang biak di area yang lembap dan hangat dalam tubuh, termasuk:

  • Saluran kemih (uretra)
  • Organ reproduksi (serviks, rahim, saluran tuba pada wanita)
  • Rektum (anus)
  • Tenggorokan
  • Mata (dalam kasus yang jarang terjadi)

Penularan gonore terjadi melalui:

1. Hubungan seksual tanpa kondom – Kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi saat berhubungan vaginal, anal, atau oral adalah cara utama penularan.

2. Kontak dengan area yang terinfeksi – Bakteri dapat berpindah melalui sentuhan langsung dengan area genital, mulut, atau anus yang terinfeksi.

3. Dari ibu ke bayi – Bayi dapat tertular gonore dari ibu yang terinfeksi saat proses persalinan, yang dapat menyebabkan infeksi mata serius pada bayi (konjungtivitis gonore).

Perlu diingat bahwa gonore tidak menular melalui kontak kasual seperti berpelukan, berciuman di pipi, berbagi peralatan makan, atau menggunakan toilet yang sama dengan penderita.

Faktor Risiko

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang tertular gonore antara lain:

  • Berganti-ganti pasangan seksual atau memiliki banyak pasangan
  • Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual sebelumnya
  • Memiliki pasangan yang terinfeksi gonore atau IMS lainnya
  • Aktif secara seksual di usia muda (remaja dan dewasa muda memiliki risiko lebih tinggi)
  • Menggunakan narkoba atau alkohol yang dapat menurunkan kewaspadaan dalam praktik seks aman
  • Bekerja di industri seks komersial

Gejala-Gejala Gonore

Salah satu hal yang membuat gonore berbahaya adalah banyak penderita yang tidak menyadari dirinya terinfeksi karena tidak mengalami gejala sama sekali. Diperkirakan sekitar 50% wanita dan 10% pria yang terinfeksi gonore tidak mengalami gejala yang jelas.

Gejala pada Pria

Jika muncul gejala, biasanya akan terlihat dalam 2-14 hari setelah terpapar bakteri, meliputi:

  • Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis (menyerupai nanah)
  • Rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Pembengkakan atau nyeri pada testis (meski jarang terjadi)
  • Kemerahan atau bengkak pada lubang saluran kemih

Gejala pada Wanita

Gejala pada wanita cenderung lebih ringan dan mudah diabaikan karena mirip dengan infeksi saluran kemih atau infeksi jamur biasa:

  • Keputihan yang tidak normal (lebih banyak dari biasanya, berwarna kuning atau kehijauan)
  • Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
  • Perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Gejala pada Area Lain

Gonore juga dapat menginfeksi area tubuh selain genital:

Infeksi rektum (anus):

  • Keluar cairan dari anus
  • Gatal atau nyeri di area anus
  • Perdarahan saat buang air besar
  • Rasa tidak nyaman saat buang air besar

Infeksi tenggorokan (gonore faring):

  • Sakit tenggorokan yang persisten
  • Tenggorokan kemerahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Sebagian besar kasus tidak menimbulkan gejala

Infeksi mata:

  • Mata merah dan berair
  • Keluar nanah dari mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi baru lahir

Diagnosis Gonore

Diagnosis gonore yang tepat sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Jika Anda mengalami gejala yang mencurigakan atau merasa berisiko tertular, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

Proses Pemeriksaan

1. Konsultasi dan Anamnesis

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, termasuk:

  • Gejala yang dialami
  • Aktivitas seksual dan jumlah pasangan
  • Riwayat infeksi menular seksual sebelumnya
  • Penggunaan alat kontrasepsi

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada area genital, anus, atau tenggorokan tergantung gejala dan riwayat aktivitas seksual Anda.

3. Tes Laboratorium

Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis gonore:

  • Tes apus (swab test) – Sampel cairan diambil dari uretra, serviks, rektum, atau tenggorokan menggunakan cotton bud steril, kemudian diperiksa di bawah mikroskop atau dikultur di laboratorium.
  • Tes urine – Sampel urine dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan bakteri gonore, terutama pada pria.
  • Tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) – Tes ini sangat sensitif dan dapat mendeteksi DNA bakteri gonore bahkan dalam jumlah kecil. Tes ini menjadi standar emas diagnosis gonore saat ini.

Dokter juga biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan untuk infeksi menular seksual lainnya seperti klamidia, HIV, dan sifilis, karena seringkali seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu IMS secara bersamaan.

Pilihan Pengobatan Gonore

Kabar baiknya, gonore dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik yang tepat. Namun, pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi serius.

Pengobatan Medis

Antibiotik

Pengobatan gonore menggunakan antibiotik, biasanya dalam bentuk:

  • Suntikan ceftriaxone – Dosis tunggal yang diberikan melalui suntikan intramuskular
  • Kombinasi dengan azithromycin atau doxycycline – Tablet yang diminum untuk memastikan bakteri benar-benar tereliminasi dan mencegah resistensi antibiotik

Penting untuk diketahui bahwa:

  • Antibiotik harus diminum sesuai resep dokter hingga habis, meski gejala sudah membaik
  • Hindari berhubungan seksual selama masa pengobatan dan hingga 7 hari setelah pengobatan selesai
  • Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati untuk mencegah infeksi ulang

Resistensi Antibiotik

Sayangnya, bakteri gonore telah mengembangkan resistensi terhadap berbagai jenis antibiotik selama bertahun-tahun. Oleh karena itu:

  • Jangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter
  • Selalu habiskan antibiotik sesuai petunjuk
  • Lakukan pemeriksaan ulang setelah pengobatan untuk memastikan infeksi sudah sembuh total

Pengobatan Mandiri dan Perawatan di Rumah

Meski pengobatan utama gonore harus menggunakan antibiotik dari dokter, ada beberapa langkah perawatan mandiri yang dapat membantu pemulihan:

  • Istirahat yang cukup untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi
  • Minum air putih yang banyak untuk membantu membersihkan saluran kemih
  • Hindari hubungan seksual hingga dokter menyatakan Anda sudah sembuh
  • Jaga kebersihan area genital dengan lembut menggunakan air bersih
  • Hindari penggunaan sabun atau produk berbahan kimia keras di area intim

Hal yang Perlu Dihindari

  • Jangan mencoba mengobati sendiri dengan antibiotik yang dibeli bebas
  • Hindari douching (menyemprotkan cairan pembersih ke dalam vagina) karena dapat memperburuk kondisi
  • Jangan menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala

Komplikasi Gonore yang Tidak Diobati

Jika gonore tidak diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

Pada Wanita:

  • Penyakit Radang Panggul (PID) – Infeksi pada rahim, saluran tuba, dan ovarium yang dapat menyebabkan nyeri kronis dan kemandulan
  • Kehamilan ektopik – Kehamilan di luar rahim yang berbahaya
  • Infertilitas (kemandulan) – Kerusakan permanen pada saluran reproduksi

Pada Pria:

  • Epididimitis – Peradangan pada epididimis (saluran di belakang testis) yang dapat menyebabkan kemandulan
  • Prostatitis – Peradangan pada kelenjar prostat

Pada Pria dan Wanita:

  • Infeksi gonokokal diseminata – Penyebaran bakteri ke aliran darah yang dapat menginfeksi sendi, jantung, atau otak
  • Peningkatan risiko tertular HIV – Luka dan peradangan akibat gonore meningkatkan risiko penularan HIV

Pada Bayi:

  • Konjungtivitis gonore pada bayi baru lahir yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati

Pencegahan Gonore

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah efektif untuk mencegah penularan gonore:

1. Praktik Seks Aman

  • Gunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan seksual (vaginal, anal, oral)
  • Gunakan dental dam saat melakukan seks oral pada wanita
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual
  • Lakukan komunikasi terbuka dengan pasangan tentang status kesehatan seksual

2. Pemeriksaan Rutin

  • Lakukan skrining IMS secara rutin jika Anda aktif secara seksual, terutama jika memiliki pasangan baru atau lebih dari satu pasangan
  • Rekomendasi skrining: setidaknya sekali setahun, atau lebih sering jika memiliki faktor risiko tinggi
  • Ajak pasangan untuk melakukan pemeriksaan bersama

3. Komunikasi dengan Pasangan

  • Bicarakan secara terbuka tentang riwayat seksual dan status IMS
  • Jika terdiagnosis gonore, segera informasikan kepada pasangan (pasangan saat ini dan pasangan dalam 60 hari terakhir) agar mereka juga dapat diperiksa dan diobati
  • Hindari hubungan seksual hingga kedua pasangan dinyatakan sembuh

4. Edukasi Kesehatan Seksual

  • Pelajari tentang infeksi menular seksual dan cara pencegahannya
  • Kenali gejala-gejala IMS untuk deteksi dini
  • Jangan percaya mitos tentang IMS

5. Hindari Faktor Risiko

  • Batasi konsumsi alkohol dan hindari narkoba yang dapat menurunkan kemampuan membuat keputusan bijak
  • Hindari berhubungan seksual saat dalam pengaruh zat terlarang

Tips Hidup Sehat untuk Kesehatan Reproduksi

Selain pencegahan gonore, menjaga kesehatan reproduksi secara umum juga penting:

1. Jaga Kebersihan Area Intim

  • Bersihkan area genital dengan air bersih secara teratur
  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat
  • Ganti pakaian dalam setiap hari atau ketika lembap
  • Hindari penggunaan produk pewangi atau pembersih vagina yang keras

2. Pola Hidup Sehat

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang kaya vitamin dan mineral
  • Minum air putih yang cukup (minimal 8 gelas per hari)
  • Olahraga teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Kelola stres dengan baik melalui meditasi, yoga, atau hobi yang menyenangkan

3. Hindari Kebiasaan Buruk

  • Berhenti merokok karena dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Jauhi narkoba

4. Pemeriksaan Kesehatan Berkala

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin
  • Konsultasikan dengan dokter jika ada keluhan sekecil apapun
  • Jangan menunda pemeriksaan karena malu atau takut

5. Edukasi Diri dan Pasangan

  • Terus belajar tentang kesehatan seksual dan reproduksi
  • Ikuti perkembangan informasi kesehatan dari sumber terpercaya
  • Berbagi pengetahuan dengan pasangan dan teman untuk meningkatkan kesadaran bersama

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda:

  • Mengalami gejala gonore seperti keluarnya cairan tidak normal, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri di area genital
  • Baru berhubungan seksual dengan seseorang yang kemudian didiagnosis gonore atau IMS lainnya
  • Berhubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan baru atau pasangan yang status kesehatannya tidak diketahui
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Merencanakan kehamilan (untuk memastikan tidak ada IMS yang dapat membahayakan bayi)

Jangan biarkan rasa malu menghalangi Anda untuk mencari bantuan medis. Dokter dan tenaga kesehatan profesional terlatih untuk menangani masalah kesehatan seksual dengan privasi dan tanpa menghakimi. Semakin cepat gonore terdeteksi dan diobati, semakin baik hasil pengobatan dan semakin kecil risiko komplikasi.

Kesimpulan

Gonore adalah infeksi menular seksual yang umum namun seringkali tidak disadari karena gejalanya yang ringan atau bahkan tidak ada. Meski terkesan sepele, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan dampak serius terhadap kesehatan reproduksi, termasuk kemandulan dan komplikasi lainnya.

Kabar baiknya, gonore dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan antibiotik yang tepat dari dokter. Kunci utamanya adalah deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, terutama jika Anda aktif secara seksual, dan pengobatan yang tuntas sesuai anjuran dokter.

Pencegahan tetap menjadi strategi terbaik. Praktik seks aman dengan menggunakan kondom, setia pada satu pasangan yang sehat, komunikasi terbuka dengan pasangan, dan pemeriksaan kesehatan rutin adalah langkah-langkah sederhana namun efektif untuk melindungi diri Anda dan pasangan dari gonore serta infeksi menular seksual lainnya.

Ingatlah bahwa kesehatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan Anda secara keseluruhan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau mengunjungi klinik kesehatan seksual jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran. Kesehatan Anda adalah investasi terbaik untuk masa depan yang lebih baik.


Jangan lupa follow media sosial kami:

https://www.instagram.com/klinikfakta?igsh=MTU4ZGg1YjVrZHdhYQ==

Subscribe Today

GET EXCLUSIVE FULL ACCESS TO PREMIUM CONTENT

SUPPORT NONPROFIT JOURNALISM

EXPERT ANALYSIS OF AND EMERGING TRENDS IN CHILD WELFARE AND JUVENILE JUSTICE

TOPICAL VIDEO WEBINARS

Get unlimited access to our EXCLUSIVE Content and our archive of subscriber stories.

Exclusive content

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

Latest article

More article

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme