Bayangkan bangun pagi dengan penglihatan kabur, atau merasakan kelemahan tiba-tiba di lengan dan kaki yang membuat Anda sulit bergerak. Banyak orang mungkin mengira itu hanya kelelahan atau flu biasa. Namun, bagi sebagian penderita, gejala seperti ini bisa menjadi tanda dari neuromielitis optika (NMO), penyakit autoimun langka yang menyerang saraf optik dan sumsum tulang belakang.
Bagi penderitanya, kondisi ini bukan hanya memengaruhi penglihatan dan gerakan, tetapi juga kualitas hidup sehari-hari. Pemahaman tentang penyakit ini membantu deteksi dini, penanganan yang tepat, dan pencegahan kerusakan saraf lebih lanjut.
Apa Itu Neuromielitis Optika?
Neuromielitis optika (NMO) adalah penyakit autoimun langka di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang saraf optik dan sumsum tulang belakang.
Serangan autoimun ini menyebabkan peradangan dan kerusakan saraf, yang bisa menimbulkan gejala mulai dari penglihatan kabur hingga kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.
Dulu, NMO sering dikira sebagai bentuk multiple sclerosis (MS), tetapi kini diketahui bahwa kedua penyakit ini berbeda, terutama dalam pola kerusakan dan antibodi yang terlibat.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti NMO belum sepenuhnya dipahami, tetapi sebagian besar kasus terkait dengan gangguan autoimun, di mana tubuh menyerang jaringan sehat sendiri.
Faktor yang dapat meningkatkan risiko NMO:
- Jenis kelamin wanita lebih rentan dibanding pria
- Usia: biasanya muncul antara 30–40 tahun, tetapi bisa terjadi pada anak-anak atau lansia
- Riwayat penyakit autoimun lain seperti lupus atau tiroid autoimun
- Faktor genetik yang membuat sistem imun lebih mudah menyerang jaringan tubuh sendiri
Gejala-Gejala Neuromielitis Optika
Gejala NMO muncul secara bertahap atau tiba-tiba, tergantung bagian saraf yang diserang.
1. Serangan pada saraf optik
- Penglihatan kabur atau buram
- Kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan (monokular atau binocular)
- Nyeri di belakang mata, terutama saat menggerakkan mata
2. Serangan pada sumsum tulang belakang
- Kelemahan atau kelumpuhan pada lengan, kaki, atau seluruh tubuh bagian bawah
- Mati rasa atau kesemutan
- Gangguan koordinasi dan keseimbangan
- Kesulitan mengontrol buang air kecil atau besar
3. Gejala lain
- Nyeri punggung atau leher
- Kelelahan ekstrem
- Kekakuan otot atau spasme
Serangan NMO sering berulang dan bisa menyebabkan kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan cepat.
Proses Diagnosis
Diagnosa NMO membutuhkan pemeriksaan menyeluruh untuk membedakannya dari penyakit lain, terutama multiple sclerosis.
Pemeriksaan yang umum dilakukan:
- Pemeriksaan fisik dan neurologis untuk menilai kekuatan otot, refleks, dan koordinasi
- MRI otak dan sumsum tulang belakang untuk melihat peradangan dan lesi saraf
- Tes darah untuk mendeteksi antibodi aquaporin-4 (AQP4-IgG), penanda khas NMO
- Analisis cairan sumsum tulang belakang (CSF) untuk menilai peradangan dan mengecualikan infeksi
Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan saraf yang permanen.
Pilihan Pengobatan
Tujuan pengobatan NMO adalah mengurangi peradangan, mencegah serangan baru, dan menjaga fungsi saraf.
1. Penanganan serangan akut
- Kortikosteroid dosis tinggi untuk mengurangi peradangan saraf
- Plasmaferesis (plasma exchange) jika steroid tidak cukup efektif, membantu membersihkan antibodi penyebab serangan
2. Terapi jangka panjang (preventif)
- Imunosupresan seperti azathioprine, mycophenolate mofetil, atau rituximab untuk mencegah serangan baru
- Terapi suportif: fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara untuk memulihkan fungsi tubuh dan komunikasi
3. Penanganan mandiri dan alternatif
- Manajemen nyeri dan kelelahan dengan obat sesuai anjuran dokter
- Konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk mendukung sistem imun
- Latihan ringan sesuai kemampuan, di bawah pengawasan fisioterapis
Cara Pencegahan dan Tips Hidup Sehat
Meskipun NMO tidak bisa sepenuhnya dicegah, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko serangan dan menjaga kualitas hidup:
- Rutin kontrol medis, terutama bagi pasien dengan penyakit autoimun lain
- Patuhi jadwal obat imunosupresif sesuai arahan dokter
- Hindari infeksi: rajin cuci tangan dan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter
- Tetap aktif secara fisik dengan olahraga ringan
- Kelola stres melalui meditasi, yoga, atau teknik relaksasi
- Pantau gejala baru dan segera hubungi dokter jika ada perubahan penglihatan, kelemahan, atau mati rasa
Neuromielitis optika adalah penyakit autoimun serius yang menyerang saraf optik dan sumsum tulang belakang.
Dengan diagnosis dini, penanganan medis tepat, serta rehabilitasi jangka panjang, penderita NMO dapat mengurangi kerusakan saraf dan mempertahankan kualitas hidup.
Kesadaran terhadap gejala awal—terutama perubahan penglihatan dan kelemahan tubuh—sangat penting agar penanganan cepat bisa diberikan sebelum terjadi kerusakan permanen.

Bayi lahir lemas atau sulit bernapas? Waspadai Ensefalopati Hipoksik-Iskemik, kondisi serius akibat kekurangan oksigen di otak — baca artikel ini untuk mengenali gejala dan penanganannya! https://rumahsakit.uk/ensefalopati-hipoksik-iskemik-saat-otak-kekurangan-oksigen-dan-mengalami-kerusakan-serius/



