
“Ah, cuma kolesterol tinggi aja kok, nanti juga turun sendiri.” “Gula darah sedikit naik, masih normal lah.” “Tensi 140? Masih oke, belum terlalu tinggi.” Kalimat-kalimat seperti ini mungkin terdengar familiar. Banyak orang cenderung meremehkan hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan angka sedikit di atas normal. “Nanti aja deh, belum parah ini mah,” menjadi respons yang paling umum.
Namun, apa yang tidak disadari adalah bahwa penyakit tidak menular (PTM) bekerja seperti bom waktu. Hari ini mungkin hanya kolesterol sedikit tinggi. Tahun depan, tekanan darah mulai naik. Lima tahun kemudian, gula darah sudah masuk kategori diabetes. Sepuluh tahun kemudian, serangan jantung atau stroke datang tanpa peringatan. Ini bukan skenario menakut-nakuti—ini adalah realitas medis yang terjadi pada jutaan orang setiap tahunnya.
Saya pernah bertemu dengan pasien berusia 48 tahun yang datang ke IGD dengan serangan jantung masif. Sepuluh tahun sebelumnya, medical check-up menunjukkan kolesterol tinggi, tekanan darah borderline, dan sedikit overweight. “Saya sibuk, Dok. Nanti aja kalau sudah ada waktu,” katanya saat itu. Sepuluh tahun berlalu tanpa tindakan apapun. Dan sekarang, dia harus menjalani operasi bypass dengan risiko tinggi, dengan kemungkinan tidak bisa bekerja lagi seperti sebelumnya.
Yang lebih menyedihkan adalah kebanyakan komplikasi PTM sebenarnya dapat dicegah. Data WHO menunjukkan bahwa 80% serangan jantung dan stroke prematur dapat dicegah. Namun, pencegahan memerlukan satu hal yang sering sulit dilakukan: bertindak sebelum terlambat.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang komplikasi PTM, mengapa komplikasi ini sangat berbahaya, dan yang terpenting—mengapa pencegahan sejak awal adalah investasi paling berharga yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan jangka panjang Anda.
Memahami Penyakit Tidak Menular (PTM)
Penyakit tidak menular adalah kondisi kesehatan kronis yang tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain. Berbeda dengan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan dapat menular, PTM berkembang akibat kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan terutama perilaku atau gaya hidup.
Karakteristik Utama PTM
1. Berkembang Secara Bertahap
PTM tidak muncul dalam semalam. Prosesnya memakan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) yang menyebabkan serangan jantung dimulai sejak usia 20-an, namun manifestasi klinisnya baru muncul di usia 50-an atau 60-an. Proses ini seperti tetesan air yang menggerus batu—tidak terlihat hari ini, namun efek kumulatifnya sangat destruktif.
2. Sering Tanpa Gejala (Silent Killer)
Ini adalah karakteristik paling berbahaya dari PTM. Hipertensi bisa bertahun-tahun tanpa gejala apapun sambil diam-diam merusak pembuluh darah, jantung, ginjal, dan otak. Diabetes bisa berkembang selama bertahun-tahun dengan gejala yang sangat subtle yang diabaikan. Ketika gejala akhirnya muncul, seringkali kerusakan organ sudah signifikan.
3. Bersifat Progresif
PTM cenderung memburuk seiring waktu jika tidak dikelola dengan baik. Pra-diabetes berkembang menjadi diabetes. Diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan komplikasi ke berbagai organ. Hipertensi ringan yang dibiarkan bisa menjadi hipertensi berat dengan kerusakan organ target.
4. Memerlukan Pengelolaan Jangka Panjang
Sebagian besar PTM tidak dapat “disembuhkan” dalam arti dikembalikan ke kondisi seperti tidak pernah sakit. Yang bisa dilakukan adalah kontrol optimal untuk mencegah progresivitas dan komplikasi. Ini berarti komitmen seumur hidup terhadap pengobatan dan modifikasi gaya hidup.
5. Saling Terkait (Clustering)
PTM jarang datang sendiri. Memiliki satu PTM meningkatkan risiko PTM lainnya. Obesitas meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, dan dislipidemia. Diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hipertensi meningkatkan risiko gagal jantung dan gagal ginjal. Ini menciptakan “domino effect” yang sangat berbahaya.
PTM Utama yang Menyebabkan Beban Penyakit Terbesar
Menurut WHO, empat kelompok PTM utama adalah:
1. Penyakit Kardiovaskular
- Penyakit jantung koroner
- Stroke
- Gagal jantung
- Penyakit pembuluh darah perifer
- Berkontribusi 31% dari total kematian global
2. Kanker
- Berbagai jenis kanker (paru, payudara, kolorektal, prostat, dll)
- Berkontribusi 16% dari total kematian global
3. Penyakit Pernapasan Kronis
- PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)
- Asma kronis
- Berkontribusi 7% dari total kematian global
4. Diabetes
- Tipe 1 dan terutama tipe 2
- Menyebabkan 1,5 juta kematian langsung, plus jutaan kematian tidak langsung melalui komplikasinya
- Berkontribusi signifikan terhadap penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal
Selain keempat kelompok utama tersebut, ada juga PTM lain yang signifikan seperti penyakit ginjal kronis, penyakit hati kronis, dan gangguan kesehatan mental.
Penyebab dan Faktor Risiko PTM
Memahami faktor risiko PTM adalah langkah pertama dalam pencegahan. Faktor risiko dapat dibagi menjadi dua kategori:
Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah
1. Genetik dan Riwayat Keluarga
Jika orang tua atau saudara kandung Anda memiliki diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau kanker tertentu, risiko Anda untuk mengembangkan kondisi yang sama meningkat. Ini karena Anda mewarisi kerentanan genetik tertentu.
Namun, penting dipahami: genetik bukanlah vonis. Genetik hanya “memuati pistol” (load the gun), namun gaya hidup yang “menarik pelatuknya” (pull the trigger). Seseorang dengan riwayat keluarga diabetes kuat yang menjalani gaya hidup sehat bisa tidak pernah mengembangkan diabetes, sementara seseorang tanpa riwayat keluarga tapi dengan gaya hidup buruk bisa tetap terkena diabetes.
2. Usia
Risiko sebagian besar PTM meningkat seiring bertambahnya usia. Ini adalah proses alami—fungsi organ menurun, kemampuan regenerasi berkurang, dan akumulasi kerusakan dari berbagai faktor sepanjang hidup mulai memanifestasikan diri.
3. Jenis Kelamin
Beberapa PTM memiliki prevalensi yang berbeda antara pria dan wanita. Pria umumnya mengembangkan penyakit jantung di usia lebih muda dibandingkan wanita. Namun, risiko wanita meningkat drastis setelah menopause. Beberapa jenis kanker juga lebih umum pada jenis kelamin tertentu (kanker payudara pada wanita, kanker prostat pada pria).
Faktor Risiko yang Dapat Diubah
Ini adalah kategori yang PALING PENTING karena Anda memiliki kontrol penuh atas faktor-faktor ini:
1. Pola Makan Tidak Sehat
Ini adalah kontributor terbesar PTM secara global. Pola makan modern yang tinggi kalori, gula, garam, lemak jenuh dan trans, serta rendah serat, buah, dan sayuran adalah resep sempurna untuk PTM.
Makanan Berisiko Tinggi:
- Fast food dan makanan ultra-processed
- Minuman bersoda dan minuman manis lainnya
- Gorengan dan makanan tinggi lemak trans
- Makanan tinggi garam (makanan kaleng, makanan instan)
- Daging merah dan daging olahan berlebihan
- Makanan tinggi gula (pastry, dessert, permen)
Dampak Pola Makan Buruk:
- Obesitas
- Resistensi insulin → diabetes
- Dislipidemia (kolesterol dan trigliserida tinggi)
- Hipertensi (terutama dari konsumsi garam berlebih)
- Peradangan kronis sistemik
- Gangguan mikrobiota usus
2. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari adalah epidemi modern. WHO memperkirakan bahwa kurang aktivitas fisik berkontribusi terhadap 3,2 juta kematian setiap tahunnya.
Dampak Kurang Aktivitas Fisik:
- Penurunan metabolisme
- Penumpukan lemak visceral (lemak perut)
- Penurunan massa otot dan kekuatan tulang
- Gangguan metabolisme glukosa
- Penurunan kesehatan kardiovaskular
- Gangguan kesehatan mental
3. Merokok
Rokok adalah faktor risiko yang PALING DAPAT DICEGAH untuk PTM. Merokok menyebabkan lebih dari 8 juta kematian per tahun globally, termasuk dari paparan asap rokok orang lain (perokok pasif).
Dampak Merokok:
- Kerusakan langsung pada pembuluh darah
- Meningkatkan pembekuan darah
- Menurunkan kadar HDL (kolesterol baik)
- Meningkatkan tekanan darah
- Penyebab utama kanker paru dan PPOK
- Meningkatkan risiko berbagai kanker lainnya
- Mempercepat aterosklerosis
4. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol dalam jumlah berlebihan merusak hampir semua organ tubuh.
Dampak Alkohol Berlebihan:
- Kerusakan hati (fatty liver, hepatitis alkoholik, sirosis)
- Kardiomiopati alkoholik
- Hipertensi
- Gangguan metabolisme glukosa
- Peningkatan risiko berbagai kanker (mulut, tenggorokan, esofagus, hati, payudara)
- Pankreatitis kronis
- Gangguan fungsi otak
5. Stres Kronis
Stres yang berkepanjangan tanpa manajemen yang baik memiliki dampak fisik yang sangat nyata.
Dampak Stres Kronis:
- Peningkatan hormon kortisol yang berkepanjangan
- Hipertensi
- Gangguan metabolisme glukosa
- Peningkatan lemak visceral
- Peradangan kronis sistemik
- Gangguan sistem imun
- Gangguan tidur
- Peningkatan perilaku tidak sehat (makan berlebihan, merokok, alkohol)
6. Kurang Tidur
Mayoritas orang modern tidak mendapat tidur yang cukup dan berkualitas.
Dampak Kurang Tidur:
- Gangguan metabolisme glukosa dan insulin
- Peningkatan nafsu makan dan preferensi makanan tinggi kalori
- Peningkatan hormon stres
- Gangguan regulasi tekanan darah
- Penurunan fungsi kognitif dan pengambilan keputusan
- Peningkatan peradangan
- Gangguan sistem imun
7. Obesitas
Obesitas bukan hanya akibat dari faktor risiko lain, tetapi juga menjadi faktor risiko independen untuk berbagai PTM. Obesitas, terutama obesitas sentral (lemak perut), menciptakan keadaan peradangan kronis dan resistensi insulin.
8. Polusi Lingkungan
Paparan polusi udara, terutama PM2.5 (particulate matter), meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, pernapasan, dan bahkan kanker. Ini adalah faktor yang lebih sulit dikontrol secara individual, namun tetap perlu disadari.
Risiko Komplikasi PTM: Bahaya Sesungguhnya
PTM itu sendiri sudah merupakan masalah serius. Namun, bahaya sesungguhnya dari PTM adalah komplikasinya. Komplikasi inilah yang menyebabkan kecacatan, penurunan drastis kualitas hidup, dan kematian.
Mengapa Komplikasi PTM Sangat Berbahaya?
1. Bersifat Irreversible (Tidak Dapat Dikembalikan)
Banyak komplikasi PTM menyebabkan kerusakan permanen. Stroke yang menyebabkan kelumpuhan, kebutaan akibat retinopati diabetik, amputasi akibat kaki diabetik, atau gagal ginjal yang memerlukan dialisis seumur hidup—kerusakan ini tidak bisa dikembalikan seperti semula.
2. Menurunkan Kualitas Hidup Secara Drastis
Komplikasi PTM seringkali membuat seseorang kehilangan kemandirian. Pasien stroke mungkin perlu bantuan untuk aktivitas dasar sehari-hari. Pasien dengan amputasi kehilangan mobilitas. Pasien dialisis harus menjalani cuci darah 2-3 kali per minggu, setiap sesi 4-5 jam.
3. Beban Finansial yang Sangat Besar
Penanganan komplikasi PTM memerlukan biaya yang sangat tinggi. Operasi bypass jantung bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dialisis rutin memerlukan jutaan rupiah per bulan. Perawatan pasca-stroke dengan rehabilitasi jangka panjang sangat mahal. Bahkan dengan BPJS, beban non-medis (transportasi, pendamping, hilangnya pendapatan) tetap signifikan.
4. Mempengaruhi Seluruh Keluarga
Komplikasi PTM tidak hanya mempengaruhi pasien, tetapi seluruh keluarga. Anggota keluarga harus menjadi caregiver, sering mengorbankan pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Beban psikologis dan finansial dirasakan oleh seluruh keluarga.
5. Memperpendek Harapan Hidup
Banyak komplikasi PTM fatal atau signifikan memperpendek harapan hidup. Bahkan jika tidak langsung fatal, kualitas tahun-tahun kehidupan yang tersisa sangat menurun.
Komplikasi Spesifik dari PTM Utama
Mari kita bahas komplikasi dari masing-masing PTM utama:
Komplikasi Diabetes Melitus
Diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan kadar gula darah tinggi secara kronis, yang merusak pembuluh darah dan saraf di seluruh tubuh.
1. Retinopati Diabetik (Kerusakan Mata)
Kadar gula tinggi merusak pembuluh darah halus di retina. Proses ini berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Ketika gejala muncul (penglihatan kabur, bintik-bintik hitam), kerusakan sudah signifikan.
- Diabetik retinopati adalah penyebab utama kebutaan pada usia produktif
- 1 dari 3 penderita diabetes akan mengalami retinopati
- Tanpa pengobatan, bisa menyebabkan kebutaan permanen
- PENCEGAHAN: Kontrol gula darah ketat + pemeriksaan mata rutin setiap tahun
2. Nefropati Diabetik (Kerusakan Ginjal)
Diabetes adalah penyebab nomor satu gagal ginjal yang memerlukan dialisis di seluruh dunia.
- Proses kerusakan berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala
- Ketika gejala muncul (bengkak, sesak napas, mual), fungsi ginjal sudah sangat menurun
- Stadium akhir memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal
- Dialisis harus dijalani 2-3 kali per minggu, seumur hidup (kecuali mendapat transplantasi)
- Kualitas hidup dengan dialisis sangat menurun
- PENCEGAHAN: Kontrol gula darah + tekanan darah, pemeriksaan fungsi ginjal rutin
3. Neuropati Diabetik (Kerusakan Saraf)
Gula darah tinggi merusak saraf di seluruh tubuh, terutama di kaki dan tangan.
Neuropati Perifer:
- Kesemutan, mati rasa, nyeri seperti terbakar di kaki dan tangan
- Kehilangan sensasi → tidak merasakan luka atau trauma minor
- Ini adalah awal dari komplikasi yang lebih serius: kaki diabetik
Neuropati Otonom:
- Gangguan pencernaan (gastroparesis)
- Disfungsi ereksi pada pria
- Gangguan regulasi tekanan darah
- Gangguan regulasi detak jantung
4. Kaki Diabetik dan Amputasi
Ini adalah salah satu komplikasi paling menakutkan dari diabetes.
Kombinasi neuropati (tidak merasakan luka), gangguan aliran darah (aterosklerosis), dan gangguan sistem imun menyebabkan:
- Luka kecil tidak terasa dan tidak sembuh
- Infeksi berkembang cepat
- Gangren (jaringan mati)
- Memerlukan amputasi untuk mencegah penyebaran infeksi
Statistik mengkhawatirkan:
- Setiap 30 detik, ada satu amputasi terkait diabetes di dunia
- 50% pasien yang mengalami amputasi meninggal dalam 5 tahun
- Risiko amputasi pada kaki yang lain meningkat signifikan setelah amputasi pertama
- PENCEGAHAN: Kontrol gula darah ketat, perawatan kaki yang baik, pemeriksaan kaki rutin
5. Penyakit Kardiovaskular
Penderita diabetes memiliki risiko 2-4 kali lebih tinggi untuk penyakit jantung dan stroke dibanding non-diabetes.
- Serangan jantung pada penderita diabetes cenderung lebih berat
- “Silent heart attack” (tanpa nyeri dada) lebih sering pada diabetes karena neuropati
- Prognosis setelah serangan jantung lebih buruk pada penderita diabetes
6. Komplikasi Akut: Hiperglikemia dan Hipoglikemia
- Hiperglikemia berat: Ketoasidosis diabetik (DKA) atau Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) – kondisi darurat yang bisa fatal
- Hipoglikemia: Gula darah terlalu rendah akibat pengobatan, bisa menyebabkan pingsan, kejang, bahkan kematian
Komplikasi Hipertensi
Hipertensi dijuluki “silent killer” karena seringkali tanpa gejala sampai terjadi komplikasi serius.
1. Stroke
Hipertensi adalah faktor risiko nomor satu untuk stroke.
- Tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah otak
- Pembuluh darah bisa tersumbat (stroke iskemik) atau pecah (stroke hemoragik)
- Stroke bisa menyebabkan kelumpuhan, gangguan bicara, gangguan kognitif, atau kematian
- Bahkan dengan penanganan optimal, banyak pasien stroke tidak kembali ke fungsi normal
- Risiko: Setiap kenaikan 20 mmHg sistolik meningkatkan risiko stroke 2 kali lipat
2. Serangan Jantung dan Penyakit Jantung Koroner
Tekanan darah tinggi mempercepat aterosklerosis dan meningkatkan beban kerja jantung.
- Pengerasan dan penyempitan arteri koroner
- Angina (nyeri dada)
- Serangan jantung akut
- FAKTA: Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung koroner 2-3 kali lipat
3. Gagal Jantung
Jantung yang terus-menerus harus memompa melawan tekanan tinggi akhirnya “lelah” dan melemah.
- Jantung tidak mampu memompa darah secara efektif
- Akumulasi cairan di paru (sesak napas) dan kaki (bengkak)
- Kualitas hidup sangat menurun: sesak saat aktivitas ringan, bahkan saat istirahat
- Prognosis buruk: 50% pasien gagal jantung meninggal dalam 5 tahun setelah diagnosis
4. Penyakit Ginjal Kronis dan Gagal Ginjal
Hipertensi adalah penyebab nomor dua gagal ginjal (setelah diabetes).
- Tekanan tinggi merusak pembuluh darah halus di ginjal
- Proses berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala
- Stadium akhir memerlukan dialisis atau transplantasi
5. Retinopati Hipertensif
Hipertensi merusak pembuluh darah retina, bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
6. Aneurisma Aorta
Tekanan tinggi melemahkan dinding aorta (pembuluh darah terbesar), menyebabkan pelebaran (aneurisma). Jika pecah, fatal dalam hitungan menit.
7. Demensia Vaskular
Kerusakan pembuluh darah otak akibat hipertensi jangka panjang menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan demensia.
Komplikasi Dislipidemia (Kolesterol Tinggi)
Kolesterol tinggi mempercepat aterosklerosis—penumpukan plak di pembuluh darah.
1. Penyakit Jantung Koroner
Plak di arteri koroner menyebabkan:
- Angina (nyeri dada saat aktivitas)
- Serangan jantung
- Kematian mendadak
2. Stroke Iskemik
Plak di arteri karotis atau pembuluh darah otak menyebabkan stroke.
3. Penyakit Arteri Perifer
Penyumbatan arteri di kaki menyebabkan:
- Nyeri saat berjalan (klaudikasio)
- Luka yang tidak sembuh
- Gangren dan amputasi
Komplikasi Obesitas
Obesitas bukan hanya faktor risiko, tetapi juga memiliki komplikasi langsung:
1. Sindrom Metabolik
Cluster dari: obesitas sentral, hipertensi, gula darah tinggi, kolesterol abnormal. Meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung secara dramatik.
2. Fatty Liver Disease Non-Alkoholik (NAFLD)
- Perlemakan hati bisa berkembang menjadi peradangan (NASH)
- NASH bisa berkembang menjadi fibrosis → sirosis → gagal hati
- Sirosis akibat NAFLD kini menjadi indikasi transplantasi hati yang meningkat pesat
3. Sleep Apnea
- Henti napas saat tidur
- Mengganggu kualitas tidur
- Meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung
4. Osteoarthritis
Beban berlebih pada sendi menyebabkan kerusakan kartilago, nyeri kronis, dan disabilitas.
5. Kanker
Obesitas meningkatkan risiko berbagai jenis kanker: payudara, kolorektal, endometrium, ginjal, pankreas, esofagus.
Efek Domino: Satu PTM Memicu PTM Lainnya
Yang paling berbahaya adalah efek domino atau clustering PTM:
- Diabetes → Hipertensi → Penyakit Jantung → Gagal Jantung → Gagal Ginjal
- Obesitas → Diabetes → Retinopati → Kebutaan
- Merokok + Hipertensi + Kolesterol Tinggi → Stroke masif
Semakin banyak PTM yang dimiliki, semakin tinggi risiko komplikasi, dan semakin buruk prognosisnya.
Gejala-Gejala Komplikasi PTM yang Harus Diwaspadai
Mengenali gejala komplikasi sejak dini bisa menyelamatkan nyawa atau mencegah kerusakan permanen.
Gejala Komplikasi Akut (DARURAT MEDIS)
1. Tanda Serangan Jantung:
- Nyeri dada seperti ditekan, diremas, atau terasa berat
- Nyeri menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung
- Sesak napas berat
- Keringat dingin
- Mual atau muntah
- Pusing atau hampir pingsan
- TINDAKAN: SEGERA hubungi ambulans (118/119) atau pergi ke IGD terdekat
2. Tanda Stroke (FAST):
- Face: Wajah mencong satu sisi
- Arm: Salah satu lengan lemah atau mati rasa
- Speech: Bicara pelo atau tidak jelas
- Time: Segera hubungi ambulans
- Gejala tambahan: Sakit kepala hebat tiba-tiba, penglihatan buram atau hilang, kesulitan berjalan
- TIME IS BRAIN: Setiap menit sangat berharga. Penanganan dalam 4,5 jam pertama memberikan hasil terbaik
3. Krisis Hipertensi:
- Tekanan darah sangat tinggi (>180/120 mmHg) dengan gejala:
- Sakit kepala hebat
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Penglihatan kabur
- Kebingungan atau perubahan kesadaran
- TINDAKAN: Darurat medis, segera ke IGD
4. Hipoglikemia Berat (pada Penderita Diabetes):
- Gula darah <70 mg/dL dengan gejala:
- Gemetar, berkeringat dingin
- Jantung berdebar
- Lapar ekstrim
- Kebingungan, sulit berkonsentrasi
- Perubahan perilaku
- Dalam kasus berat: Pingsan, kejang
- TINDAKAN: Konsumsi gula sederhana (permen, jus, madu) 15-20 gram. Jika tidak sadar, segera ke IGD
5. Hiperglikemia Berat:
- Gula darah sangat tinggi (>500 mg/dL) dengan gejala:
- Sangat haus dan banyak kencing
- Mual dan muntah
- Napas cepat dan dalam
- Napas berbau keton (seperti buah)
- Kebingungan atau kesadaran menurun
- TINDAKAN: Darurat medis, risiko ketoasidosis diabetik
Gejala Komplikasi Kronis yang Berkembang Bertahap
1. Kerusakan Ginjal:
- Bengkak di kaki, pergelangan kaki, atau wajah
- Urine berbusa (proteinuria)
- Perubahan frekuensi dan volume buang air kecil
- Kelelahan ekstrim
- Mual dan hilang nafsu makan
- Sesak napas (akumulasi cairan)
- Gatal-gatal
- Catatan: Gejala sering baru muncul ketika fungsi ginjal sudah sangat menurun
2. Kerusakan Mata:
- Penglihatan kabur yang progresif
- Kesulitan melihat di malam hari
- Melihat bintik-bintik atau “floaters”
- Kehilangan penglihatan tiba-tiba (bisa tanda perdarahan retina)
- Penting: Penderita diabetes dan hipertensi harus periksa mata rutin MESKIPUN tidak ada keluhan
3. Neuropati (Kerusakan Saraf):
- Kesemutan atau mati rasa di kaki dan tangan
- Sensasi terbakar atau nyeri seperti tertusuk
- Kehilangan keseimbangan
- Kelemahan otot
- Luka yang tidak terasa
- Gangguan pencernaan (kembung, diare/konstipasi)
- Disfungsi ereksi
4. Kaki Diabetik:
- Perubahan warna kulit kaki
- Kaki terasa dingin
- Luka atau lecet yang tidak sembuh > 2 minggu
- Infeksi berulang
- Bau tidak sedap dari luka
- SANGAT PENTING: Periksa kaki SETIAP HARI jika Anda penderita diabetes
5. Gagal Jantung:
- Sesak napas saat aktivitas, bahkan aktivitas ringan
- Sesak napas saat berbaring (harus tidur dengan bantal tinggi)
- Terbangun malam hari karena sesak napas
- Bengkak di kaki dan pergelangan kaki
- Kelelahan ekstrim
- Batuk persisten, terutama saat berbaring
- Denyut jantung tidak teratur
6. Penyakit Arteri Perifer:
- Nyeri, kram, atau lelah di kaki saat berjalan (claudication)
- Nyeri hilang saat istirahat
- Kaki terasa dingin
- Luka di kaki yang lambat sembuh
- Perubahan warna kulit kaki
- Bulu kaki rontok
7. Demensia Vaskular:
- Gangguan memori
- Kesulitan berkonsentrasi
- Kebingungan
- Perubahan kepribadian
- Kesulitan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
- Perubahan mood
Diagnosis dan Deteksi Dini Komplikasi
Deteksi dini komplikasi adalah kunci untuk mencegah kerusakan permanen atau fatal. Untuk setiap PTM, ada protokol screening komplikasi yang harus dijalankan.
Screening untuk Penderita Diabetes
Minimal Setiap Tahun:
- Pemeriksaan mata (funduskopi dilatasi): Untuk deteksi retinopati
- Pemeriksaan fungsi ginjal:
- Kreatinin serum dan eGFR (estimasi laju filtrasi glomerulus)
- Urinalisis untuk deteksi protein dalam urine
- Albumin-creatinine ratio (ACR) dalam urine
- Pemeriksaan kaki komprehensif:
- Inspeksi visual
- Pemeriksaan sensasi (monofilament test)
- Pemeriksaan denyut nadi kaki
- Profil lipid: Untuk risiko kardiovaskular
- EKG: Baseline dan jika ada gejala
Setiap Kunjungi (3-6 bulan):
- Tekanan darah
- HbA1c
- Pemeriksaan kaki sederhana
Pemeriksaan Tambahan Jika Diperlukan:
- Ekokardiografi jika ada kecurigaan penyakit jantung
- Doppler arteri kaki jika ada gejala PAD
- EMG (elektromiografi) jika neuropati berat
Screening untuk Penderita Hipertensi
Setiap Kunjungan:
- Tekanan darah
- Evaluasi kepatuhan pengobatan
Minimal Setiap Tahun:
- Fungsi ginjal (kreatinin, eGFR, urinalisis)
- Elektrolit (kalium, natrium)
- EKG
- Pemeriksaan mata (funduskopi)
Pemeriksaan Tambahan Jika Diperlukan:
- Ekokardiografi untuk evaluasi hipertrofi ventrikel kiri atau fungsi jantung
- Monitoring tekanan darah 24 jam (ABPM) untuk evaluasi kontrol tekanan darah
- USG carotis untuk aterosklerosis
Screening untuk Penderita Dislipidemia
Setiap 3-6 Bulan:
- Profil lipid lengkap
Setiap Tahun:
- Evaluasi risiko kardiovaskular
- EKG
- Fungsi hati (jika menggunakan statin)
Pemeriksaan Tambahan Jika Diperlukan:
- Coronary calcium score CT scan untuk stratifikasi risiko
- Stress test atau CT coronary angiography jika ada gejala
Monitoring Mandiri di Rumah
Untuk Penderita Diabetes:
- Cek gula darah mandiri sesuai rekomendasi dokter (frekuensi tergantung jenis diabetes dan pengobatan)
- Periksa kaki setiap hari
- Catat gula darah, pola makan, dan aktivitas fisik
Untuk Penderita Hipertensi:
- Ukur tekanan darah di rumah secara teratur
- Catat hasil dan bawa saat kontrol
- Ukur di waktu yang konsisten (pagi dan malam)
Semua Penderita PTM:
- Monitor berat badan
- Catat gejala baru atau perubahan
- Dokumentasi obat yang diminum
Pengobatan dan Pengelolaan Komplikasi PTM
Pengobatan komplikasi PTM tergantung jenis dan tingkat keparahan komplikasi.
Prinsip Umum Pengelolaan
1. Kontrol Optimal PTM yang Mendasari
Ini adalah fondasi. Tanpa kontrol optimal penyakit dasar, pengobatan komplikasi tidak akan efektif.
Target Kontrol:
- Diabetes: HbA1c <7% (atau sesuai target individual)
- Hipertensi: <140/90 mmHg (lebih rendah untuk diabetes/penyakit ginjal: <130/80 mmHg)
- Kolesterol LDL:
- Tanpa faktor risiko: <130 mg/dL
- Dengan faktor risiko: <100 mg/dL
- Risiko sangat tinggi (sudah ada penyakit jantung): <70 mg/dL
2. Terapi Spesifik untuk Komplikasi
Retinopati Diabetik:
- Laser photocoagulation untuk mencegah progresivitas
- Injeksi anti-VEGF ke dalam mata untuk retinopati proliferatif
- Vitrektomi untuk perdarahan vitreous atau ablasi retina
- Kunci: Deteksi dan pengobatan dini bisa mencegah kebutaan
Nefropati Diabetik:
- ACE inhibitor atau ARB (bahkan jika tekanan darah normal) untuk proteksi ginjal
- Kontrol ketat gula darah dan tekanan darah
- Batasi protein dalam diet untuk stadium lanjut
- SGLT-2 inhibitor (terbukti memperlambat progresivitas penyakit ginjal)
- Stadium akhir: Persiapan dialisis atau evaluasi transplantasi
Neuropati Diabetik:
- Kontrol gula darah ketat
- Obat untuk nyeri neuropatik:
- Pregabalin atau Gabapentin
- Antidepresan (Duloxetine, Amitriptyline)
- Topical cream (capsaicin)
- Perawatan kaki yang baik
- Sepatu khusus diabetes jika perlu
Kaki Diabetik:
- Debridement (pembersihan jaringan mati)
- Antibiotik untuk infeksi
- Off-loading (mengurangi tekanan pada luka)
- Revaskularisasi jika ada gangguan aliran darah
- Dalam kasus berat: Amputasi untuk mencegah sepsis
- Pencegahan lebih baik dari pengobatan
Pasca Stroke:
- Fase akut: Trombolisis (jika memenuhi kriteria waktu dan kondisi)
- Rehabilitasi: Fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara
- Pencegahan stroke berulang:
- Antiplatelet (aspirin, clopidogrel)
- Kontrol ketat tekanan darah dan faktor risiko lain
- Antikoagulan untuk stroke kardioemboli
- Prognosis: Bergantung pada kecepatan dan kualitas penanganan awal
Gagal Jantung:
- Obat-obatan:
- ACE inhibitor/ARB
- Beta blocker
- Diuretik untuk mengurangi cairan
- SGLT-2 inhibitor (terbukti bermanfaat untuk gagal jantung)
- Spironolactone
- Batasi asupan garam dan cairan
- Monitoring berat badan harian (kenaikan mendadak = akumulasi cairan)
- Pada kasus tertentu: Pemasangan alat pacu jantung atau ICD
Gagal Ginjal:
- Stadium 1-4: Pengelolaan konservatif untuk memperlambat progresivitas
- Stadium 5 (eGFR <15): Persiapan terapi pengganti ginjal
- Hemodialisis: 2-3 kali per minggu, 4-5 jam per sesi
- Peritoneal dialysis: Dilakukan di rumah, lebih fleksibel
- Transplantasi ginjal: Solusi terbaik jika memenuhi syarat
Penyakit Arteri Perifer:
- Antiplatelet
- Statin dosis tinggi
- Program latihan berjalan terpandu
- Revaskularisasi (angioplasti atau bypass) untuk kasus berat
Terapi Rehabilitasi
Rehabilitasi sangat penting untuk pemulihan fungsi setelah komplikasi seperti stroke atau operasi jantung.
Program Rehabilitasi Stroke:
- Fisioterapi untuk pemulihan fungsi motorik
- Terapi okupasi untuk aktivitas sehari-hari
- Terapi wicara untuk gangguan komunikasi
- Dukungan psikologis
- Intensitas: Semakin intensif dan dini, semakin baik hasil
Rehabilitasi Jantung:
- Program latihan terstruktur
- Edukasi tentang faktor risiko
- Dukungan psikososial
- Manajemen stres
- Manfaat: Menurunkan risiko kejadian kardiovaskular berulang hingga 25%
Pencegahan PTM dan Komplikasinya: Why Prevention is Everything
Setelah membahas panjang lebar tentang PTM dan komplikasinya yang mengerikan, sekarang pertanyaan terpentingnya: Mengapa harus dicegah sejak awal?
Alasan #1: Sebagian Besar Komplikasi Tidak Dapat Dikembalikan
Kerusakan yang sudah terjadi umumnya permanen:
- Retina yang rusak tidak bisa regenerasi
- Neuron otak yang mati karena stroke tidak bisa hidup lagi
- Nefron ginjal yang rusak tidak bisa pulih
- Jari atau kaki yang diamputasi tidak bisa tumbuh lagi
Implikasi: Saat komplikasi terjadi, yang bisa dilakukan hanya damage control dan mencegah progresivitas—tidak bisa dikembalikan seperti semula.
Alasan #2: Pengobatan Komplikasi Jauh Lebih Mahal daripada Pencegahan
Biaya Pencegahan:
- Makanan sehat: Mungkin sedikit lebih mahal, tapi still affordable
- Olahraga: Gratis (jalan/jogging) atau murah (membership gym)
- Medical check-up rutin: Beberapa ratus ribu per tahun
- Obat untuk kontrol PTM dini: Ratusan ribu per bulan
Biaya Komplikasi:
- Operasi bypass jantung: 100-300 juta rupiah
- Perawatan stroke akut + rehabilitasi: Puluhan hingga ratusan juta
- Dialisis: 3-5 juta per bulan, seumur hidup
- Operasi mata untuk retinopati: Puluhan juta
- Perawatan kaki diabetik dan amputasi: Puluhan juta
- Belum termasuk: Biaya non-medis (transportasi, pendamping, hilang pendapatan)
Perbandingan: Investasi untuk pencegahan mungkin 1% dari biaya yang harus dikeluarkan jika terjadi komplikasi.
Alasan #3: Kualitas Hidup dengan Komplikasi Sangat Menurun
Tanpa Komplikasi:
- Hidup mandiri
- Bekerja produktif
- Menikmati hobi dan aktivitas
- Traveling
- Bermain dengan cucu
- Quality time dengan keluarga
Dengan Komplikasi:
- Tergantung pada orang lain untuk aktivitas dasar
- Tidak bisa bekerja
- Mobilitas terbatas atau hilang
- Aktivitas sangat terbatas
- Rutinitas hidup didominasi jadwal medis (dialisis, kontrol, terapi)
- Beban psikologis: Depresi, kecemasan, merasa menjadi beban
Alasan #4: Pencegahan Memberikan Kontrol Penuh pada Anda
Sebelum PTM atau Komplikasi:
- Anda yang menentukan nasib kesehatan Anda
- Setiap keputusan kecil (makan apa, berapa banyak bergerak, kelola stres) membuat perbedaan
- Anda bisa mencegah penyakit berkembang
Setelah Komplikasi:
- Hidup Anda dikontrol oleh penyakit dan jadwal medis
- Keputusan lebih banyak ditentukan oleh kondisi medis
- Sudah tidak bisa lagi “mencegah”—hanya bisa mengelola
Alasan #5: Window of Opportunity Semakin Sempit
Di Usia 30-an atau 40-an:
- Perubahan gaya hidup masih sangat efektif
- Tubuh masih bisa pulih dari kerusakan dini
- Pra-diabetes bisa dibalik menjadi normal
- Plak aterosklerosis bisa distabilkan atau bahkan dikurangi
- Anda punya 20-30 tahun untuk membangun kesehatan yang baik
Setelah Komplikasi di Usia 50-an atau 60-an:
- Kerusakan sudah terlalu banyak
- Kapasitas pemulihan tubuh menurun
- Fokus bergeser dari pencegahan ke pengelolaan
- “Usia emas” yang seharusnya dinikmati malah dihabiskan untuk medical treatment
Strategi Pencegahan Komprehensif
Level 1: Pencegahan Primordial (Mencegah Faktor Risiko Muncul)
Ini adalah level paling awal—mencegah faktor risiko bahkan sebelum muncul.
Target: Anak-anak, remaja, dewasa muda tanpa faktor risiko
Strategi:
- Bangun kebiasaan makan sehat sejak kecil
- Budayakan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup
- Hindari inisiasi merokok dan alkohol
- Kelola stres dengan baik
- Tidur yang cukup dan berkualitas
Level 2: Pencegahan Primer (Mencegah PTM Sebelum Terjadi)
Target: Orang dengan faktor risiko tapi belum PTM
Strategi:
- Intervensi intensif pada gaya hidup
- Penurunan berat badan jika overweight/obesitas
- Program aktivitas fisik terstruktur
- Diet seimbang dan sehat
- Manajemen stres
- Screening berkala untuk deteksi dini
Level 3: Pencegahan Sekunder (Mencegah Progresivitas PTM yang Sudah Ada)
Target: Penderita pra-diabetes, pra-hipertensi, PTM stadium awal
Strategi:
- Kontrol optimal dengan kombinasi obat dan gaya hidup
- Screening komplikasi rutin
- Edukasi intensif
- Follow-up ketat
Contoh Sukses:
- Pra-diabetes dengan intervensi gaya hidup intensif bisa dibalik menjadi normal
- Penurunan berat badan 5-7% mengurangi risiko diabetes hingga 58%
- Kontrol tekanan darah ketat mengurangi risiko stroke hingga 40%
Level 4: Pencegahan Tersier (Mencegah Komplikasi atau Kematian pada PTM yang Sudah Ada)
Target: Penderita PTM established
Strategi:
- Capai target kontrol optimal
- Screening komplikasi rutin dan intensif
- Pengobatan medis optimal
- Rehabilitasi jika perlu
- Manajemen multidisiplin
- Support system yang kuat
Perubahan Gaya Hidup: Senjata Paling Ampuh
Tidak peduli di level mana Anda berada, perubahan gaya hidup adalah fondasi pencegahan.
1. Nutrisi: Makan untuk Kesehatan Jangka Panjang
Prinsip Dasar:
- Makan makanan asli, bukan produk makanan: Fokus pada whole foods, bukan processed foods
- Perbanyak tumbuh-tumbuhan: Sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian
- Protein berkualitas: Ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, kacang-kacangan
- Lemak sehat: Alpukat, kacang, minyak zaitun, ikan berlemak
- Karbohidrat kompleks: Nasi merah, oat, quinoa, ubi
- Batasi: Gula, garam, lemak jenuh, makanan ultra-processed
Pola Makan yang Terbukti Efektif:
- Mediterranean diet: Terbukti mengurangi risiko kardiovaskular hingga 30%
- DASH diet: Khusus untuk hipertensi, bisa menurunkan tekanan darah 8-14 mmHg
- Plant-based diet: Terbukti menurunkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan beberapa kanker
Tips Praktis:
- Setengah piring Anda harus sayuran
- Makan buah sebagai dessert
- Ganti white dengan whole grain
- Masak di rumah lebih sering
- Meal prep di weekend
- Baca label nutrisi
- Hindari minuman manis—ini adalah sumber gula tersembunyi terbesar
2. Aktivitas Fisik: Investasi 30 Menit untuk Kesehatan Seumur Hidup
Target Minimal:
- 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu (30 menit x 5 hari)
- ATAU 75 menit aktivitas intensitas tinggi per minggu
- PLUS latihan kekuatan 2 hari per minggu
Manfaat Aktivitas Fisik:
- Menurunkan risiko penyakit jantung 30-40%
- Menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 50%
- Menurunkan risiko stroke 25%
- Menurunkan risiko kanker usus besar 30-40%
- Menurunkan risiko depresi dan kecemasan
- Meningkatkan kualitas tidur
- Meningkatkan fungsi kognitif
- Memperpanjang harapan hidup
Aktivitas Tidak Harus Formal Exercise:
- Jalan cepat
- Naik tangga
- Berkebun
- Main dengan anak/cucu
- Bersih-bersih rumah energik
- Dance
- Bersepeda
- Berenang
Prinsip: SETIAP GERAKAN BERARTI
3. Berhenti Merokok: Satu Keputusan yang Mengubah Segalanya
Jika Anda merokok, berhenti adalah satu keputusan paling berdampak yang bisa Anda lakukan untuk kesehatan.
Manfaat Berhenti Merokok:
- 20 menit setelah berhenti: Tekanan darah dan denyut jantung turun
- 12 jam: Kadar karbon monoksida dalam darah normal
- 2-12 minggu: Sirkulasi membaik, fungsi paru meningkat
- 1 tahun: Risiko penyakit jantung setengah dari perokok
- 5 tahun: Risiko stroke sama dengan non-perokok
- 10 tahun: Risiko kanker paru setengah dari perokok
- 15 tahun: Risiko penyakit jantung sama dengan non-perokok
TIDAK ADA KATA TERLAMBAT untuk berhenti merokok. Manfaat mulai terasa dalam hitungan menit.
4. Manajemen Stres: Jaga Kesehatan Mental untuk Kesehatan Fisik
Stres kronis adalah faktor risiko independen untuk PTM.
Teknik Manajemen Stres yang Efektif:
- Mindfulness dan meditasi: Terbukti menurunkan tekanan darah, mengurangi kecemasan
- Olahraga: Exercise is medicine for stress
- Tidur yang cukup: 7-9 jam per malam
- Koneksi sosial: Hubungan yang sehat adalah protektif
- Hobi dan aktivitas menyenangkan: Jangan merasa bersalah untuk me-time
- Terapi profesional: Jangan ragu mencari bantuan jika perlu
- Work-life balance: Set boundaries, jangan bawa pekerjaan ke rumah
- Pernapasan dalam: 5-10 menit per hari
5. Medical Check-Up Rutin: Deteksi Dini Adalah Kunci
Frekuensi yang Direkomendasikan:
- Usia 18-39 tahun, tanpa faktor risiko: Setiap 3-5 tahun
- Usia 40-49 tahun: Setiap 2-3 tahun
- Usia 50 tahun ke atas: Setiap tahun
- Dengan faktor risiko (obesitas, riwayat keluarga, merokok): Lebih sering
Pemeriksaan Esensial:
- Tekanan darah
- Gula darah (puasa dan/atau HbA1c)
- Profil lipid
- BMI dan lingkar pinggang
- Fungsi ginjal
- Fungsi hati
- EKG (baseline di usia 30-an)
Jangan tunggu sampai ada gejala. Screening adalah untuk mendeteksi sebelum gejala muncul.
Penutup: Keputusan Anda Hari Ini Menentukan Kesehatan Anda 20 Tahun Lagi
Setelah membaca artikel ini, Anda mungkin merasa sedikit kewalahan atau bahkan takut. Itu adalah respons yang normal. PTM dan komplikasinya memang menakutkan. Tapi ingat: tujuan artikel ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberdayakan Anda dengan pengetahuan.
Kenyataannya:
- 80% PTM dan komplikasinya DAPAT DICEGAH
- Anda memiliki kontrol yang sangat besar atas kesehatan Anda
- Perubahan kecil konsisten menghasilkan dampak besar
- Tidak pernah terlalu dini atau terlalu terlambat untuk mulai
Bayangkan dua skenario:
Skenario A: Tidak Melakukan Apa-apa
- Anda terus dengan gaya hidup saat ini
- Makan sembarangan, kurang bergerak, stres tidak terkelola
- Tidak melakukan medical check-up
- “Nanti aja lah, masih muda/sehat kok”
20 tahun kemudian:
- Diabetes dengan komplikasi retinopati (penglihatan kabur, mungkin butuh laser)
- Hipertensi yang memerlukan 3-4 jenis obat
- Penyakit jantung koroner, sudah pasang stent
- Fungsi ginjal mulai menurun
- Kualitas hidup menurun drastis
- Beban finansial dan keluarga sangat besar
Skenario B: Bertindak Sekarang
- Anda membuat perubahan gaya hidup sejak hari ini
- Makan lebih sehat, bergerak lebih banyak, kelola stres
- Medical check-up rutin, tahu angka-angka kesehatan Anda
- Jika ada pra-kondisi, segera intervensi intensif
20 tahun kemudian:
- Tekanan darah normal tanpa obat
- Gula darah terkontrol
- Kolesterol optimal
- Berat badan ideal
- Energi tinggi, produktif
- Bermain dengan cucu, traveling, menikmati usia emas
- Mandiri dan berkualitas hidup tinggi
Perbedaan antara dua skenario ini? Keputusan-keputusan kecil yang Anda buat setiap hari, mulai dari hari ini.
Langkah Konkret yang Bisa Anda Mulai Hari Ini
Jangan tunggu Senin depan, bulan depan, atau tahun depan. Mulai sekarang:
Hari Ini:
- Minum 8 gelas air putih
- Jalan 15 menit
- Makan minimal satu porsi sayur
- Tidur 30 menit lebih awal
Minggu Ini:
- Jadwalkan medical check-up (jika belum dalam 1 tahun terakhir)
- Buang junk food dari rumah
- Belanja sayur dan buah untuk seminggu
- Komitmen berjalan 30 menit, 3 hari minggu ini
Bulan Ini:
- Lakukan medical check-up
- Konsultasi dengan dokter tentang hasil dan rencana
- Jika ada faktor risiko, buat rencana tindakan
- Cari accountability partner (teman/keluarga untuk support)
- Konsisten dengan perubahan gaya hidup
Tahun Ini:
- Jadikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari identitas Anda
- Capai target berat badan ideal (jika perlu)
- Konsisten dengan aktivitas fisik dan pola makan
- Follow-up medis sesuai rekomendasi
- Bantu orang lain di sekitar Anda untuk hidup lebih sehat
Pesan Terakhir
PTM dan komplikasinya adalah ancaman kesehatan terbesar di abad 21. Namun, ini adalah ancaman yang sebagian besar dapat dihindari. Tidak seperti penyakit infeksi yang datang dari luar, PTM sebagian besar adalah hasil dari pilihan-pilihan kita sendiri.
Kabar baiknya: Jika penyakit ini adalah hasil dari pilihan kita, berarti kita juga punya kekuatan untuk memilih sebaliknya—untuk memilih kesehatan.
Jangan tunggu sampai diagnosis datang. Jangan tunggu sampai komplikasi muncul. Jangan tunggu sampai terlambat. Setiap hari yang Anda tunda adalah kesempatan yang terbuang. Setiap hari yang Anda bertindak adalah investasi untuk masa depan yang lebih sehat.
Kesehatan adalah hak Anda, tapi juga tanggung jawab Anda. Tubuh Anda adalah anugerah paling berharga yang Anda miliki—rawatlah dengan baik. Anda hanya punya satu tubuh, satu kesempatan, satu hidup. Buatlah keputusan yang akan membuat diri Anda 20 tahun lagi berterima kasih kepada diri Anda hari ini.
Prevention is not just better than cure—prevention IS the cure.
Jika Anda memiliki faktor risiko PTM, belum melakukan medical check-up dalam setahun terakhir, atau mengalami gejala yang mengkhawatirkan, jadwalkan konsultasi dengan dokter SEKARANG. Jangan tunda. Kesehatan Anda terlalu berharga untuk ditunda.
Hidup sehat dimulai dengan satu keputusan. Dan keputusan itu dimulai hari ini.
Jangan lupa follow media sosial kami:
https://www.instagram.com/klinikfakta?igsh=MTU4ZGg1YjVrZHdhYQ==



