
Penyakit Tidak Menular yang Sering Dikesalkan Sebagai Penyakit Menular
Pembuka
Sudah pernahkah Anda melihat seseorang menghindari teman yang menderita kanker atau diabetes, khawatir akan terinfeksi? Atau mendengar orang berkata, “Jangan deket dia, dia punya asam urat, bisa menular lho”? Keluhan dan kesalahpahaman semacam ini cukup umum di masyarakat. Banyak orang salah mengklasifikasikan penyakit tidak menular sebagai penyakit menular, yang menyebabkan stigma dan isolasi bagi orang yang menderita. Beberapa bahkan merasa cemas untuk berbagi makanan, bersentuhan, atau bekerja bersama mereka. Artikel ini akan membahas beberapa penyakit tidak menular yang sering dikesalkan sebagai menular, agar kita bisa memahami kebenarannya dan menghindari sikap yang tidak perlu terhadap orang yang sakit.
Apa Itu Perbedaan Antara Penyakit Menular dan Tidak Menular?
Sebelum membahas contoh penyakit, mari kita pastikan pemahaman dasar:
- Penyakit menular: Dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain (atau dari hewan ke manusia) melalui mikroorganisme (virus, bakteri, jamur, parasit). Contoh: flu, COVID-19.
- Penyakit tidak menular: Tidak dapat ditularkan ke orang lain. Disebabkan oleh kombinasi gaya hidup, genetika, lingkungan, atau kondisi tubuh dasar. Contoh: diabetes, kanker, asam urat.
Kesalahpahaman terjadi karena gejala beberapa penyakit tidak menular mirip dengan menular, atau karena kurangnya pengetahuan tentang penyebabnya.
4 Penyakit Tidak Menular yang Sering Dikesalkan Sebagai Menular
- Diabetes Mellitus
Apa itu? Penyakit yang menyebabkan kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak mampu menggunakan insulin dengan baik atau tidak menghasilkan cukup insulin.
Mengapa sering dikesalkan sebagai menular? Beberapa orang mengira diabetes menular karena melihat banyak anggota keluarga yang menderita (padahal itu faktor genetika, bukan penularan langsung) atau karena gejala seperti kelelahan dan sering buang air kecil yang mirip dengan beberapa penyakit menular.
Penyebab & faktor risiko: Makanan tinggi gula/lemak, kurang olahraga, obesitas, usia lanjut, riwayat keluarga.
Gejala: Sering haus, sering buang air kecil, lelah, penurunan berat badan tidak terduga, sesak mata.
Diagnosis: Tes gula darah puasa, tes HbA1c, atau tes gula darah sesudah makan.
Pengobatan:
- Medis: Obat menurunkan gula darah atau insulin.
- Mandiri: Pola makan seimbang, olahraga teratur, menjaga berat badan.
- Alternatif: Diet Mediterania, terapi relaksasi untuk mengurangi stres (yang bisa meningkatkan gula darah).
Pencegahan: Makan seimbang, olahraga rutin, jaga berat badan, hindari gula tambahan.
- Kanker
Apa itu? Penyakit yang terjadi ketika sel tubuh tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali, membentuk tumor.
Mengapa sering dikesalkan sebagai menular? Stigma lama yang menyatakan kanker menular muncul karena kurangnya pengetahuan tentang penyebabnya, atau karena melihat orang yang sakit cepat melemah (yang dianggap tanda “penularan”). Beberapa jenis kanker disebabkan oleh virus (misalnya, kanker leher rahim oleh virus HPV), tapi virusnya yang menular — bukan kankernya.
Penyebab & faktor risiko: Merokok, paparan zat berbahaya, sinar matahari berlebih, obesitas, genetika.
Gejala: Tumor yang terasa, perubahan berat badan tidak terduga, luka yang sulit sembuh, pendarahan yang tidak wajar.
Diagnosis: Pemeriksaan fisik, tes darah, sinar-X, CT scan, biopsi.
Pengobatan:
- Medis: Operasi, kemoterapi, radiasi, terapi imun.
- Mandiri: Makan seimbang, olahraga teratur, berhenti merokok.
- Alternatif: Terapi nutrisi untuk mendukung tubuh, terapi relaksasi.
Pencegahan: Berhenti merokok, jaga berat badan, pemeriksaan dini kanker.
- Asam Urat (Gout)
Apa itu? Penyakit yang disebabkan oleh kadar asam urat tinggi, menyebabkan kristal menumpuk di sendi dan menimbulkan nyeri parah.
Mengapa sering dikesalkan sebagai menular? Gejala seperti bengkak, kemerahan, dan nyeri sendi yang parah sering dianggap tanda infeksi menular. Beberapa orang juga mengira penyakit ini menular karena sering muncul pada keluarga (faktor genetika).
Penyebab & faktor risiko: Makanan tinggi purin (daging merah, udang, alkohol), kurang air, obesitas, riwayat keluarga.
Gejala: Nyeri parah pada sendi (seringkali jempol kaki), bengkak, kemerahan, demam.
Diagnosis: Tes kadar asam urat di darah, pemeriksaan cairan sendi.
Pengobatan:
- Medis: Obat menurunkan asam urat, obat pereda nyeri/radang.
- Mandiri: Minum banyak air, hindari makanan tinggi purin dan alkohol.
- Alternatif: Mengonsumsi buah ceri, latihan ringan.
Pencegahan: Minum cukup air, hindari makanan tinggi purin, jaga berat badan.
- Psoriasis
Apa itu? Penyakit kulit kronis yang menyebabkan munculnya bercak merah kering dengan sisik putih karena sel kulit tumbuh terlalu cepat.
Mengapa sering dikesalkan sebagai menular? Tampilan bercak pada kulit sering membuat orang khawatir akan terinfeksi. Padahal, psoriasis adalah masalah sistem kekebalan tubuh, bukan infeksi.
Penyebab & faktor risiko: Sistem kekebalan yang tidak normal, genetika, stres, paparan sinar matahari berlebih.
Gejala: Bercak merah di kulit, sisik putih, gatal, peradangan sendi (pada beberapa kasus).
Diagnosis: Pemeriksaan kulit oleh dokter, terkadang biopsi kulit.
Pengobatan:
- Medis: Krim antiradang, obat minum, terapi sinar.
- Mandiri: Jaga kebersihan kulit, hindari pemicu stres, gunakan pelembab.
- Alternatif: Terapi relaksasi, diet rendah gula (untuk mengurangi peradangan).
Pencegahan: Hindari pemicu stres, jaga kulit tetap lembab, hindari paparan zat yang mengganggu kulit.
Mengatasi Stigma yang Berdasarkan Kesalahpahaman
Stigma terhadap orang yang menderita penyakit tidak menular bisa berdampak buruk pada kesehatan mental mereka. Cara mengatasinya adalah:
- Mempelajari kebenaran tentang penyakit tersebut.
- Menyebarkan informasi yang akurat kepada orang lain.
- Menghormati privasi dan martabat orang yang sakit.
- Tidak menghindari atau memisahkan mereka tanpa alasan yang sah.
Tips Hidup Sehat untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular
- Konsumsi pola makan seimbang yang mengandung sayuran, buah, protein, dan serat.
- Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
- Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol.
- Minum cukup air (sekitar 2 liter per hari).
- Tidur cukup (7-8 jam per malam) dan kelola stres.
- Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin ke dokter.
Penutup
Kesalahpahaman tentang penyakit tidak menular yang dianggap menular sering menyebabkan stigma dan isolasi. Penting untuk memahami bahwa penyakit tidak menular tidak dapat ditularkan ke orang lain, sehingga kita tidak perlu takut berinteraksi dengan orang yang menderita. Dengan menyebarkan informasi yang akurat, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan penuh perhatian bagi semua orang, termasuk mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
Jangan lupa follow media sosial kami untuk update terbaru:
ig : https://www.instagram.com/klinikfakta?igsh=MTU4ZGg1YjVrZHdhYQ==
